Pemerintahan

DSI Aceh Perkuat Koordinasi dengan Subulussalam, Tinjau Da’i dan Masjid Perbatasan

×

DSI Aceh Perkuat Koordinasi dengan Subulussalam, Tinjau Da’i dan Masjid Perbatasan

Sebarkan artikel ini

SUBULUSSALAM | KoranAceh.net – Pemerintah Aceh melalui Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh terus memperkuat pembinaan keagamaan di wilayah perbatasan. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Subulussalam yang dirangkaikan dengan silaturahmi bersama para Da’i Perbatasan, Kamis (2/4/2026).

Kegiatan tersebut turut diisi dengan peninjauan langsung ke Masjid Al-Furqan di kawasan perbatasan Lae Ikan sebagai bagian dari upaya melihat kondisi riil sarana ibadah sekaligus memperkuat pelayanan dakwah kepada masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DSI Aceh, Marzuki, S.Ag., MH, hadir langsung dalam agenda tersebut didampingi Kasubbag Keuangan Abdul Muid, SE, serta Kasubbag Umum Andri Sufrianzah, S.STP., M.M.

Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan para da’i, Marzuki menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memperkuat pembinaan umat, khususnya di wilayah perbatasan yang memiliki tantangan sosial dan geografis tersendiri.

Menurutnya, para da’i memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dakwah yang tidak hanya menyampaikan ajaran agama, tetapi juga membina masyarakat agar tetap menjaga nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

“Da’i perbatasan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga syiar Islam dan membina masyarakat. Karena itu, pembinaan yang berkelanjutan menjadi sangat penting,” ujar Marzuki.

Ia juga menekankan bahwa masjid harus terus diperkuat fungsinya, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, pembinaan umat, serta penguatan nilai sosial dan keagamaan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan DSI Aceh turut meninjau kondisi Masjid Al-Furqan di Lae Ikan guna melihat langsung berbagai kebutuhan yang diperlukan, baik dari sisi fasilitas maupun dukungan program keagamaan.

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan sarana ibadah di wilayah perbatasan dapat berfungsi optimal dalam menunjang kegiatan dakwah dan pembinaan masyarakat.

Kegiatan koordinasi dan silaturahmi tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kota Subulussalam dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, serta berlandaskan nilai-nilai syariat Islam.[]