LingkunganNews

Ketua PSI Pers Siber Indonesia Aceh Desak Bupati Aceh Tamiang Tangani Kota Lintang Atas–Bawah yang Masih Terendam Sampah

×

Ketua PSI Pers Siber Indonesia Aceh Desak Bupati Aceh Tamiang Tangani Kota Lintang Atas–Bawah yang Masih Terendam Sampah

Sebarkan artikel ini

koranaceh.net | Aceh Tamiang – Ketua PSI Pers Siber Indonesia (PSI-PSI) Aceh menyuarakan keprihatinan serius terhadap kondisi lingkungan di Kota Lintang Atas dan Kota Lintang Bawah, Kabupaten Aceh Tamiang, yang hingga kini masih dipenuhi sampah dan lumpur pascabanjir. Situasi tersebut dinilai mencerminkan lemahnya penanganan pascabencana di tingkat daerah.

Menurutnya, kondisi di lapangan sangat memprihatinkan dan berpotensi memicu krisis kesehatan masyarakat jika dibiarkan berlarut-larut.

“Sampah dan lumpur masih berserakan di permukiman warga. Ini bukan hanya soal estetika, tetapi sudah menyangkut kesehatan, keselamatan, dan martabat warga. Kami meminta dengan tegas, namun tetap hormat, agar Bupati Aceh Tamiang segera memberikan perhatian khusus dan mengambil langkah nyata,” tegas Ketua PSI Pers Siber Indonesia Aceh dalam pernyataannya.

Ia menekankan bahwa pembersihan menyeluruh pascabanjir seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah daerah, bukan pekerjaan yang tertunda tanpa kepastian waktu. Endapan lumpur dan tumpukan sampah dinilai rawan menjadi sumber penyakit, pencemaran lingkungan, serta menghambat aktivitas sosial dan ekonomi warga.

PSI Pers Siber Indonesia Aceh juga secara khusus mendesak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), BPBD, serta unsur pemerintahan kecamatan dan gampong, untuk segera turun langsung ke lapangan dan melakukan pembersihan terpadu dan terkoordinasi.

“Penanganan pascabanjir tidak boleh berhenti pada fase darurat saja. Lingkungan harus dipulihkan hingga benar-benar layak huni. Pemerintah daerah harus hadir secara konkret, bukan sekadar pernyataan,” ujarnya.

Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk tekanan moral sekaligus advokasi atas nama masyarakat terdampak yang hingga kini masih hidup di tengah lumpur dan sampah. PSI Pers Siber Indonesia Aceh menegaskan akan terus memantau respons dan langkah nyata pemerintah daerah dalam menangani persoalan tersebut.

“Kami berbicara atas nama warga Kota Lintang Atas dan Kota Lintang Bawah. Harapan kami sederhana, negara hadir, lingkungan dibersihkan, dan masyarakat bisa kembali hidup dengan layak,” tutupnya. []