Pendidikan

Pembersihan Pesantren Darul Mukhlisin Berlangsung Hingga Malam Hari

×

Pembersihan Pesantren Darul Mukhlisin Berlangsung Hingga Malam Hari

Sebarkan artikel ini
Sejumlah alat berat beroperasi pada malam hari membersihkan lumpur dan material banjir di kawasan Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Aceh Tamiang, Jumat (26/12/2025). Pembersihan dilakukan dengan penerangan terbatas untuk membuka kembali akses terdampak banjir. (Foto: Dok. Ist).
Sejumlah alat berat beroperasi pada malam hari membersihkan lumpur dan material banjir di kawasan Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Aceh Tamiang, Jumat (26/12/2025). Pembersihan dilakukan dengan penerangan terbatas untuk membuka kembali akses terdampak banjir. (Foto: Dok. Ist).

Pembersihan Pesantren Darul Mukhlisin dan ruas jalan nasional Aceh Tamiang dilakukan hingga malam dengan alat berat dan penerangan terbatas.

KoranAceh.Net | Aceh Tamiang – Pembersihan material banjir di kawasan Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Kabupaten Aceh Tamiang, dilakukan hingga malam hari dengan penerangan terbatas pada Jumat (26/12/2025) malam. Alat berat dikerahkan untuk menyingkirkan lumpur, kayu, dan puing yang menutup halaman pesantren serta akses masuk utama.

Pekerjaan berlangsung sejak pukul 19.00 hingga 23.30 WIB. Sejumlah ekskavator dioperasikan secara bergantian dengan pengamanan di titik rawan. Pemerintah daerah menyebut tidak ada insiden selama proses pembersihan, meski kondisi lapangan minim cahaya dan licin.

Menurut keterangan resmi yang diterima KoranAceh.Net, Senin (29/12/2025), area pesantren menjadi prioritas karena terdampak langsung dan berkaitan dengan aktivitas pendidikan serta ibadah. Alat berat menyisir area terdampak secara bertahap. Selain pesantren, pembersihan juga menyasar ruas jalan nasional di Aceh Tamiang yang sebelumnya tertutup material banjir dan mengganggu mobilitas warga.

Data Dampak Bencana di Aceh

Berdasarkan data Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh per 29 Desember 2025 pukul 12.01 WIB, bencana berdampak pada 18 kabupaten/kota, mencakup 200 kecamatan dan 3.118 gampong.

Jumlah warga terdampak tercatat 553.471 kepala keluarga atau 2.113.303 jiwa. Dari angka tersebut, 4.939 orang mengalami luka ringan, 474 luka berat, 513 meninggal dunia, dan 31 orang masih dinyatakan hilang.

Pengungsian tersebar di 1.008 titik dengan total 68.627 kepala keluarga atau 275.008 jiwa. Sementara itu, kerusakan fasilitas umum meliputi 236 kantor, 638 tempat ibadah, 732 sekolah, 669 pondok pesantren, 193 rumah sakit dan puskesmas, 1.098 ruas jalan, serta 492 titik jembatan.

Kerugian harta benda juga tercatat signifikan. Sebanyak 130.000 rumah terdampak, 102.906 ekor ternak hilang atau mati, 51.335 hektare sawah terendam, 25.074 hektare kebun rusak, dan 39.970 hektare tambak terdampak.

Otoritas setempat menyatakan proses pembersihan dan pemulihan akan terus dilanjutkan secara bertahap. Namun hingga saat ini belum ada target waktu pemulihan penuh yang diumumkan, seiring masih berlangsungnya evaluasi kondisi di lapangan. []