Banda Aceh | KoranAceh.net — Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti Balai Meusapat Lampaseh Aceh, Senin (30/3/2026), saat Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, menggelar kegiatan halal bihalal bersama jajaran anggota dewan dan pegawai Sekretariat DPRK Banda Aceh.
Kegiatan yang berlangsung sederhana namun sarat makna itu menjadi ruang temu setelah sebulan penuh menjalani ibadah Ramadhan dan merayakan Idulfitri.
Para anggota DPRK, aparatur sipil negara, serta staf sekretariat tampak larut dalam suasana kebersamaan—bersalaman, berbincang santai, dan saling bertukar cerita.
Di tengah dinamika tugas legislatif yang padat, momen ini menjadi jeda yang mempererat hubungan antarpersonal di lingkungan lembaga.
Tawa ringan dan percakapan hangat mengalir, mencerminkan soliditas internal DPRK Banda Aceh yang terus terjaga.
Menurut Daniel, halal bihalal bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi memiliki makna penting dalam membangun kekompakan tim.
Ia menekankan bahwa hubungan yang harmonis menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas-tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Halal bihalal ini semata-mata untuk silaturahmi, saling bermaafan, dan meningkatkan kekompakan. Setelah ini kita kembali melaksanakan kerja-kerja untuk masyarakat,” ujarnya.
Politisi muda dari Partai NasDem itu juga menyebutkan bahwa kekuatan sebuah lembaga tidak hanya terletak pada struktur formal, tetapi juga pada kualitas hubungan antarindividu di dalamnya.
Sinergi dengan Gampong, Dekat dengan Masyarakat
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya melibatkan unsur internal DPRK, tetapi juga menghadirkan perangkat Gampong Lampaseh Aceh sebagai tuan rumah.
Kehadiran unsur gampong memberikan nuansa tersendiri—menghadirkan kedekatan antara legislatif dan masyarakat dalam suasana yang lebih cair dan humanis.
Sinergi ini menjadi simbol bahwa kerja-kerja pemerintahan tidak dapat dipisahkan dari dukungan masyarakat di tingkat akar rumput.
Balai Meusapat pun berubah menjadi ruang temu yang menyatukan berbagai elemen dalam semangat kebersamaan. Momentum Memulai Kembali
Bagi Daniel, Idulfitri bukan sekadar perayaan, tetapi juga titik awal untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kinerja.
Ia berharap seluruh jajaran DPRK Banda Aceh dapat kembali bekerja dengan semangat baru, membawa energi positif dari bulan suci Ramadhan.
“Momentum ini harus kita jadikan sebagai awal untuk meningkatkan pengabdian. Kebersamaan yang kita bangun hari ini harus tercermin dalam kerja nyata untuk masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama jajaran pimpinan dan anggota DPRK Banda Aceh beserta keluarga—sebuah simbol sederhana namun kuat tentang persatuan dan kekompakan yang terus dirawat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, Wakil Ketua DPRK Musriadi, serta para anggota dewan seperti Teuku Nanta Muda, Abdul Rafur, Teuku Tarnuman, dan Sabri Badruddin.
Di balik kesederhanaannya, halal bihalal ini menyimpan pesan kuat: bahwa kebersamaan adalah energi utama dalam membangun pelayanan publik yang lebih baik bagi masyarakat Kota Banda Aceh.[]







