Logistik diturunkan lewat helikopter ke kampung-kampung terisolasi di Aceh Tengah karena akses jalan pascabanjir belum pulih.
KoranAceh.Net | Aceh Tengah – Kardus bantuan diturunkan satu per satu dari helikopter di sejumlah kampung di Aceh Tengah, Kamis (8/1/2026). Jalur udara kembali dipakai karena akses darat ke wilayah tersebut belum sepenuhnya terbuka sejak banjir dan longsor melanda.
Di Kecamatan Ketol, logistik masing-masing 300 kilogram dikirim ke Kampung Bergang, Burlah, Serempah, dan Bah. Penyaluran juga menjangkau Kecamatan Rusip Antara. Kampung Tirmi Ara menerima 300 kilogram bantuan, sementara Kampung Pilar Jaya memperoleh 500 kilogram.
Pengiriman serupa dilakukan di Kecamatan Linge. Kampung Penarun mendapat 500 kilogram logistik dan Kampung Linge menerima 300 kilogram. Selain itu, Kampung Bius Utama di Kecamatan Silihnara memperoleh 300 kilogram bantuan.
Juru Bicara Pos Komando Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, menuturkan distribusi udara dipilih karena kondisi jalan belum kembali seperti sebelum bencana. Ia menyebut sebagian ruas masih rusak dan tidak dapat dilalui kendaraan pengangkut logistik.
“Kondisi medan dan infrastruktur jalan belum sepenuhnya normal seperti sebelum bencana, sehingga jalur udara menjadi pilihan distribusi logistik ke wilayah tengah,” kata Murthalamuddin, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, pengiriman bantuan menggunakan helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) difokuskan ke kampung-kampung yang akses daratnya terputus atau berisiko dilalui. Menurut dia, cara ini dinilai paling memungkinkan agar bantuan segera sampai ke warga.
Total logistik yang disalurkan pada hari itu mencapai 3.100 kilogram atau 3,1 ton. Murthalamuddin mengatakan, jumlah tersebut merupakan bagian dari distribusi rutin untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Ia menambahkan, sejak 26 Desember 2025 hingga 7 Januari 2026, total bantuan logistik yang telah masuk ke Kabupaten Aceh Tengah mencapai sekitar 900 ton. Distribusi dilakukan melalui jalur darat dan udara, menyesuaikan kondisi lapangan.
“Pemerintah bersama tim penanganan bencana akan terus memantau kondisi lapangan dan menyesuaikan pola distribusi sesuai dengan perkembangan situasi,” ujarnya. []







