KoranAceh.Net | Banda Aceh — Meski pasokan gas dilaporkan telah tiba di Pelabuhan Ulee Lheue pada (6/12) lalu, krisis distribusi LPG di Banda Aceh dan Aceh Besar belum juga teratasi. Hingga Kamis (11/12), kelangkaan dan lonjakan harga masih terjadi di berbagai pangkalan gas, memicu antrean panjang dan keluhan warga.
Malam Ini 135 Ton Gas Tiba di Pelabuhan Ulee Lheu, Besok Akan Langsung Disalurkan. “Malam tiba, dan langsung dibongkar muat ke SPBE masing-masing, dan untuk Banda Aceh di SPBE Aceh Besar guna pada Sabtu (6/12/2025) disalurkan ke pangkalan untuk dijual ke masyarakat,” kata Suhanda kepada media.
Harga Melonjak Tajam, Gas 3 Kg Sangat Langka
Sejumlah pangkalan menjual LPG 12 kilogram dengan harga sekitar Rp400.000 per tabung. Sementara LPG 5,5 kilogram dibanderol Rp200.000. Adapun LPG 3 kilogram — yang paling banyak dibutuhkan warga menengah ke bawah — dilaporkan kosong di sebagian besar pangkalan.
Kalaupun ada, harganya meroket jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET). Warga mengaku menemukan LPG 3 kg dijual Rp70.000 hingga Rp100.000 per tabung.
Antrean Penuh, Tabung Disusun Ratusan Meter
Di sejumlah kecamatan, antrean panjang terlihat sejak pagi. Warga menyusun tabung gas berjejer di depan pangkalan dengan panjang mencapai ratusan meter, menunggu stok tiba.
Pemerintah setempat sempat membuka pangkalan gas darurat di beberapa lokasi, termasuk kawasan Lampineung, namun warga mengaku stok kembali kosong sebelum mereka mendapat bagian.
Keluhan Warga: “Habis bensin kami datang jauh-jauh, ternyata kosong”
Seorang ibu rumah tangga yang datang dari daerah pinggiran Banda Aceh mengungkapkan kekecewaannya setelah menemukan pangkalan darurat di Lampineung tak memiliki stok.
“Habis bensin kami datang jauh-jauh. Katanya ada pangkalan dadakan, pas sampai ternyata kosong juga,” keluhnya dengan nada kesal.
Situasi ini memperburuk kondisi dapur warga yang sudah kesulitan memasak sejak listrik masih sering padam dan akses distribusi pangan terganggu pascabanjir.
Pasokan Sudah Masuk, Distribusi Masih Tersendat
Walau kapal suplai LPG telah tiba di Pelabuhan Ulee Lheue kemarin, distribusi dilaporkan belum optimal karena hambatan pengangkutan ke pangkalan-pangkalan kecil di kota dan daerah sekitar. Jalanan yang masih terdampak bencana, antrean di Depo Pertamina, serta keterbatasan armada diduga memperlambat penyaluran.
Pihak pemerintah Aceh sebelumnya menyatakan sedang berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan distribusi berjalan cepat dan terkontrol agar tidak terjadi penimbunan maupun permainan harga.
Warga Menunggu Penanganan Serius
Masyarakat berharap penyaluran LPG benar-benar dipercepat mengingat Banda Aceh dan Aceh Besar bukan daerah bencana dan dampak bencana belum sepenuhnya pulih, sementara kebutuhan harian tetap berjalan.[]

