Redelong – Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra, Dr. Muhammad Tito Karnavian, Selasa (7/7/2026), menyerahkan satu unit kendaraan pemadam kebakaran multifungsi Fire Hawk FWS 4000 kepada Pemerintah Kabupaten Bener Meriah sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana dan pelayanan publik.
Penyerahan kendaraan tersebut berlangsung di halaman Pendopo Bupati Bener Meriah dan diterima langsung oleh Bupati Tagore Abubakar. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas daerah dalam menangani kebakaran, mendukung operasi tanggap darurat, serta memenuhi kebutuhan air bersih saat terjadi bencana.
Dalam sambutannya, Tito Karnavian mengatakan bantuan mobil tangki pemadam kebakaran multifungsi tersebut merupakan wujud komitmen Pemerintah Pusat untuk memperkuat kemampuan daerah dalam memberikan pelayanan yang lebih cepat dan optimal kepada masyarakat.
“Mobil tangki pemadam kebakaran ini merupakan salah satu bentuk dukungan Pemerintah Pusat kepada Kabupaten Bener Meriah agar pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan kebakaran dan kondisi darurat, dapat semakin baik,” ujar Tito.
Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian yang terus diberikan pemerintah pusat kepada daerah yang dipimpinnya. Menurutnya, bantuan tersebut akan sangat membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Mendagri atas berbagai dukungan yang telah diberikan kepada Kabupaten Bener Meriah. Bantuan satu unit mobil pemadam kebakaran ini sangat bermanfaat bagi daerah kami dan akan kami manfaatkan sebaik-baiknya,” kata Tagore.
Secara terpisah, Kepala Posko Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra, Dr. Safrizal ZA, yang turut mendampingi proses penyerahan bantuan tersebut, menjelaskan bahwa Fire Hawk FWS 4000 merupakan kendaraan pemadam kebakaran multifungsi yang dirancang untuk mendukung berbagai kebutuhan penanganan bencana.
Menurut Safrizal, kendaraan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai unit pemadam kebakaran, tetapi juga dapat digunakan sebagai kendaraan suplai air berkapasitas 4.000 liter, membantu pemadaman bangunan bertingkat rendah, hingga mengangkut air bersih bagi masyarakat terdampak bencana maupun pengungsi.

“Fire Hawk FWS 4000 memiliki fungsi yang sangat beragam. Selain untuk pemadaman kebakaran, kendaraan ini juga dapat menjadi unit distribusi air bersih bagi masyarakat ketika terjadi keadaan darurat atau bencana,” jelasnya.
Fire Hawk FWS 4000 dibangun menggunakan basis Mitsubishi Fuso Canter FE 75 SHDX atau varian setara dengan tenaga mesin berkisar 136 hingga 150 PS. Kendaraan ini mengandalkan sistem pompa Power Take-Off (PTO) berkapasitas tinggi yang terintegrasi langsung dengan transmisi kendaraan sehingga mampu menghasilkan performa pemompaan yang optimal.
Pompa tersebut dirancang memiliki kapasitas aliran hingga sekitar 528 Gallons Per Minute (GPM), sehingga mampu mendukung operasi pemadaman secara efektif di berbagai kondisi lapangan.
Tangki air berkapasitas 4.000 liter dibuat menggunakan material baja antikarat berketebalan tinggi atau pilihan stainless steel berkualitas untuk menjamin daya tahan dalam penggunaan jangka panjang.
Selain itu, kendaraan ini juga dilengkapi berbagai perlengkapan pendukung, seperti kompartemen penyimpanan selang (hose reel), dudukan alat pemadam api ringan (APAR), lampu rotator darurat (lightbar), serta panel pengendali tekanan air yang ditempatkan di bagian samping maupun belakang kendaraan untuk memudahkan pengoperasian.
Safrizal berharap bantuan dari Kementerian Dalam Negeri tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal dan dirawat dengan baik sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten Bener Meriah.
“Semoga Fire Hawk bantuan dari Kementerian Dalam Negeri ini dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Rawat dengan baik, operasikan secara optimal, dan mudah-mudahan mampu membantu mempermudah berbagai tugas pelayanan yang harus dilaksanakan pemerintah daerah, terutama dalam penanganan kebakaran maupun keadaan darurat,” ujar Safrizal.(*)







