Banjir lumpuhkan Kantor Dinkes Aceh Tamiang. Pemerintah Aceh turunkan 49 ASN kesehatan untuk lakukan pembersihan.
KoranAceh.Net | Aceh Tamiang – Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang tak hanya merusak permukiman, tetapi juga melumpuhkan fungsi perkantoran layanan publik. Salah satu yang terdampak adalah Kantor Dinas Kesehatan Aceh Tamiang. Kantor instansi daerah ini sempat tak dapat beroperasi normal akibat endapan lumpur di hampir seluruh ruangan.
Kondisi itu mendorong Pemerintah Aceh menurunkan relawan Aparatur Sipil Negara (ASN) sektor kesehatan untuk membersihkan kantor tersebut. Sebanyak 49 relawan ASN dari Dinas Kesehatan Aceh diterjunkan selama dua hari, 29–30 Desember 2025.
Pembersihan difokuskan pada lumpur sisa banjir yang mengendap di ruang kerja dan fasilitas pendukung kantor. Hingga hari kedua pelaksanaan, relawan masih menyisir sejumlah ruangan untuk memastikan kantor dapat kembali digunakan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Plt. Kadinkes) Aceh yang juga Koordinator Health Emergency Operational Center (HEOC), Ferdiyus mengatakan keterlibatan ASN kesehatan dilakukan karena kerusakan fasilitas kesehatan dinilai berdampak langsung pada layanan publik. “Dinas Kesehatan mendapat tugas membantu pemulihan kantor dinas kesehatan di kabupaten dan kota yang terdampak parah,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (30/12/2025).
Menurut dia, pembersihan kantor menjadi tahap awal agar fungsi administrasi dan koordinasi layanan kesehatan bisa kembali berjalan. Kegiatan ini, jelasnya, merupakan implementasi dari program gotong royong lintas sektor yang diinisiasi langsung oleh Gubernur Aceh.
Dari pihak daerah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Aceh Tamiang, dr. Mustakim, menyebut kondisi kantor mulai pulih. “Sekarang sudah tidak ada lagi lumpur. Tinggal finishing saja. Terima kasih kepada Pemerintah Aceh dan Dinas Kesehatan Aceh yang telah membantu proses pembersihan di kantor kami,” kata Mustakim.
Pembersihan kantor ini berjalan seiring dengan pengerahan relawan kesehatan ke wilayah terdampak banjir lainnya di Aceh. Berdasarkan laporan Posko HEOC per 30 Desember 2025, Dinas Kesehatan Aceh mencatat telah menerjunkan 323 tim relawan dengan total 3.495 personel ke 12 kabupaten/kota.
Personel tersebut terdiri atas tenaga medis dan nonmedis, mulai dari dokter umum, dokter spesialis, perawat, bidan, apoteker, hingga relawan non-tenaga kesehatan. Penugasan mereka difokuskan pada layanan kesehatan darurat dan pemantauan penyakit pascabanjir.
“Dengan semangat dan kekompakan, mereka bekerja untuk memastikan seluruh area kantor dapat kembali berfungsi secara optimal,” ungkap Ferdiyus.
Selain itu, data Posko HEOC juga menunjukkan lonjakan kunjungan layanan kesehatan setelah bencana. Hingga 30 Desember 2025, tercatat 88.491 kunjungan, dengan kasus terbanyak berupa infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sebanyak 16.112 kasus.
Kemudian, penyakit kulit 12.705 kasus, diare 2.569 kasus, dan Influenza Like Ilness (ILI) 1.826 kasus. Lalu, ada suspek demam tifoid sebanyak 291 kasus, suspek campak 24 kasus, suspek dengue 13 kasus, suspek leptospirosis 1 kasus. []







