AcehEkbisNews

Inflasi Aceh Secara Tahunan Sentuh 4,45 Persen pada September 2025

×

Inflasi Aceh Secara Tahunan Sentuh 4,45 Persen pada September 2025

Sebarkan artikel ini
Grafik inflasi Aceh selama periode September 2024-2025 (y-on-y).
(Foto: Tangkapan layar bahan tayang BPS Aceh).

Inflasi tahunan Aceh capai 4,45 persen pada September 2025. Makanan dan
perawatan pribadi jadi pendorong utama, meski tiga kelompok alami deflasi.

koranaceh.net | Banda Aceh –
Inflasi tahunan (year on year/y-on-y) Provinsi Aceh pada September 2025
mencapai 4,45 persen. Angka ini tercatat sebagai level tertinggi sepanjang
tahun berjalan. Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh dalam Berita Resmi Statistik
(BRS) No. 56/10/11/Th. XXVIII, 1 Oktober 2025, melaporkan inflasi terbesar
terjadi di Kabupaten Aceh Tengah dengan 5,80 persen, sementara terendah di
Kota Banda Aceh sebesar 3,67 persen.

Inflasi tersebut mendorong Indeks Harga Konsumen (IHK) Aceh naik dari 106,30
pada September 2024 menjadi 111,03 pada September 2025. Kenaikan terutama
dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik 9,05 persen
serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 10,57 persen.

BRS BPS Aceh menyebutkan komoditas cabai merah, beras, bawang merah, dan
daging ayam ras memberikan andil terbesar terhadap inflasi. Dari kelompok
perawatan pribadi, emas perhiasan juga menjadi penyumbang signifikan.

Data BRS mencatat kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang 3,30
persen dari inflasi tahunan, sedangkan kelompok perawatan pribadi dan jasa
lainnya memberi andil 0,59 persen. Selain itu, kelompok pakaian dan alas kaki
naik 2,81 persen, kesehatan 2,58 persen, serta transportasi 0,70 persen.

Andil beberapa komoditas terhadap inflasi dan deflasi sepanjang
September 2024-2025 (y-on-y). (Foto: Tangkapan layar bahan tayang BPS
Aceh).

Namun tidak semua harga mengalami kenaikan. BRS juga mencatat tiga kelompok
pengeluaran justru mengalami deflasi. Kelompok perlengkapan, peralatan, dan
pemeliharaan rutin rumah tangga turun 0,24 persen, kelompok informasi,
komunikasi, dan jasa keuangan turun 0,08 persen, serta kelompok pendidikan
turun 0,16 persen. Komoditas seperti bensin, udang basah, dan biaya sekolah
menengah bahkan menyumbang deflasi.

Sepuluh komoditas dominan penyumbang inflasi tahunan September 2025 antara
lain cabai merah (0,80 persen), emas perhiasan (0,54 persen), beras (0,37
persen), bawang merah (0,33 persen), sigaret kretek mesin (0,21 persen), dan
daging ayam ras (0,20 persen). Sebaliknya, bensin, udang basah, serta biaya
sekolah menengah atas dan menengah pertama justru menekan laju inflasi.

Inflasi bulanan (month to month/m-to-m) Aceh pada September 2025
sebesar 0,20 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) tercatat 3,56 persen.

Informasi inflasi antar kota per September 2025. (Foto: Tangkapan layar
bahan tayang BPS Aceh).

Berdasarkan wilayah, inflasi di Aceh tidak merata. Aceh Tengah mencatat
inflasi tertinggi 5,80 persen, disusul Aceh Tamiang 4,80 persen, Meulaboh 4,63
persen, dan Lhokseumawe 4,19 persen. Kota Banda Aceh mencatat inflasi terendah
3,67 persen.

Bila merujuk pada laporan BRS BPS Aceh ini, lonjakan harga pangan tetap
menjadi isu utama di Aceh. Cabai merah, bawang merah, dan beras terus memicu
inflasi di berbagai daerah. Meski begitu, deflasi di kelompok energi dan
pendidikan sedikitnya dapat menahan laju harga secara keseluruhan.

Pewarta:
Muntaziruddin Sufiady Ridwan