AcehEkbisNews

Permintaan Bantuan Modal UMKM di Banda Aceh Membludak, 3.680 Pendaftar Rebutkan Kuota untuk 1.000 Orang

×

Permintaan Bantuan Modal UMKM di Banda Aceh Membludak, 3.680 Pendaftar Rebutkan Kuota untuk 1.000 Orang

Sebarkan artikel ini
Wakil Walikota Afdhal saat menerima langsung berkas pengajuan modal milik salah satu warga di Kantor Baitul Mal Kota Banda Aceh, Jum'at (19/9/2025). (Foto: HO-Baitul Mal Kota Banda Aceh).
Wakil Walikota Afdhal saat menerima langsung berkas pengajuan modal milik salah satu warga di Kantor Baitul Mal Kota Banda Aceh, Jum’at (19/9/2025). (Foto: HO-Baitul Mal Kota Banda Aceh).

Baitul Mal Banda Aceh siapkan Rp 2 Miliar untuk 1.000 UMKM, namun pendaftar membludak capai 3.680 orang. Tunjukkan tingginya kebutuhan modal.

koranaceh.net | Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh, melalui Baitul Mal, mengalokasikan dana modal usaha sebesar Rp2 miliar untuk 1.000 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pada tahun 2025. Namun, program ini menghadapi tantangan tingginya animo masyarakat, dengan total 3.680 pendaftar yang telah melakukan registrasi secara daring.

Fakta ini mengemuka saat Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, meninjau langsung proses penerimaan berkas di Kantor Baitul Mal Kota Banda Aceh, Jumat, 19 September 2025. Lonjakan jumlah pendaftar yang hampir empat kali lipat dari kuota yang tersedia ini menunjukkan tingginya kebutuhan akses permodalan di kalangan pelaku UMKM.

Didampingi Ketua Badan Baitul Mal Kota Banda Aceh, Dr. Yusuf, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa proses seleksi akan menjadi fokus utama untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Ia menginstruksikan agar verifikasi data dilakukan secara objektif dan transparan.

“Dengan anggaran sebesar Rp 2 miliar ini, harapan kami Baitul Mal Kota Banda Aceh dapat melakukan verifikasi data yang objektif dan transparan,” ujar Afdhal.

Ia menjelaskan, dari 3.680 pendaftar daring, hanya 1.000 orang yang dinilai paling layak yang akan menerima bantuan. Mayoritas pendaftar, menurutnya, berasal dari kalangan ibu rumah tangga yang menjalankan usaha skala kecil untuk menopang ekonomi keluarga.

“Bagi yang belum kebagian akan kami pikirkan solusinya. Insya Allah Pemerintah Kota komit untuk membantu pelaku UMKM ini, apalagi secara grafik rata-rata yang mendaftar adalah mereka yang punya usaha rumah tangga, kebanyakannya emak-emak,” tutur Afdhal.

Ketua Badan Baitul Mal Kota Banda Aceh, Dr. Yusuf, menjelaskan bahwa tahun ini merupakan pertama kalinya pendaftaran bantuan modal usaha dibuka secara daring. Mekanisme ini ditempuh untuk memperluas jangkauan informasi dan mempermudah proses awal.

Setelah pendaftar yang teregistrasi secara daring menyerahkan berkas fisik, tahapan krusial selanjutnya adalah verifikasi lapangan. Tim verifikator akan turun langsung ke lokasi usaha para calon penerima untuk menilai kelayakan secara faktual.

“Selanjutnya kami bersama tim verifikator akan melakukan verifikasi lapangan untuk kelayakan penerima,” tegas Dr. Yusuf.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa bantuan yang bersumber dari dana zakat dan infak tersebut benar-benar diterima oleh mereka yang berhak dan memiliki usaha yang berjalan, bukan pemohon fiktif. Para pendaftar yang telah menyerahkan berkas diberikan nomor agenda sebagai bukti untuk memantau pengumuman selanjutnya. [*]