![]() |
| Wakil Bupati Aceh Besar, Syukri A Jalil, saat menyerahkan bantuan masa panik untuk korban kebakaran di Gampong Pantee Rawa, Kecamatan Sukamakmur, Minggu (28/09/2025) sore. (Foto: Dok. MC Aceh Besar). |
Lima rumah, satu balai pengajian, dan satu gudang di Gampong Pantee Rawa, Aceh Besar, ludes terbakar. Tidak ada korban jiwa.
koranaceh.net | Aceh Besar – Sebuah kebakaran menghanguskan lima rumah, satu balai pengajian, dan satu gudang kayu di Gampong Pantee Rawa, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, pada Minggu (28/9/2025) siang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun sejumlah keluarga kehilangan tempat tinggal dan seluruh harta bendanya.
Menurut keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar, api mulai terlihat sekitar pukul 10.30 WIB dan menyebar dengan cepat karena sebagian besar bangunan berkonstruksi semi permanen dan berbahan kayu, serta berada di area padat penduduk. Saat kejadian, sebagian besar pemilik rumah sedang beraktivitas di sawah dan kebun, sehingga tidak ada harta benda yang sempat diselamatkan.
Operator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar, Iqbal, menjelaskan bahwa total enam unit bangunan hangus terbakar. “Dalam kejadian itu, enam unit bangunan terbakar. Tidak ada korban jiwa,” kata Iqbal dalam keterangannya, Minggu (28/9/2025).
Berdasarkan data yang dirilis BPBD Aceh Besar, kebakaran berdampak pada enam kepala keluarga. Korban yang rumahnya mengalami rusak berat adalah Nilawati (80 tahun), Hamdiah Usman (85 tahun), dan Taufik (45 tahun). Selain itu, satu unit balai pengajian milik Ramlah (Mak Pulah) juga ludes terbakar.
Kerugian materiel lainnya dialami Afrizal (30 tahun), yang kehilangan gudang kayu, padi hasil panen, dan satu unit sepeda motor. Sementara itu, rumah permanen milik Zainuddin (41 tahun) mengalami rusak ringan pada bagian jendela dan instalasi air akibat terdampak panas api.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, mengatakan pihaknya menerima informasi kebakaran pada pukul 10.57 WIB. Sebanyak tujuh unit armada pemadam kebakaran dari Pos Induk Sibreh, Kuta Baro, dan Peukan Bada segera dikerahkan ke lokasi.
“Petugas berupaya melakukan blokade agar api tidak menjalar ke bangunan lain. Meunasah hanya berjarak lima meter dari rumah yang terbakar,” jelas Iqbal menambahkan.
Dengan bantuan personel dari Polsek dan Koramil Sukamakmur serta warga setempat, api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 12.00 WIB.
Pada Minggu sore, Wakil Bupati Aceh Besar, Syukri A. Jalil, mengunjungi lokasi kejadian untuk menyerahkan bantuan masa panik kepada para korban. Ia didampingi oleh Kalaksa BPBD Ridwan Jamil, Plt Kepala Dinas Sosial Aulia Rahman, dan Camat Sukamakmur Azhari.
Atas nama pemerintah daerah, Syukri menyampaikan duka cita kepada para korban dan meminta mereka untuk bersabar.
“Semua ini merupakan kehendak Allah Yang Maha Kuasa, ini adalah cobaan yang tidak akan diberikan kepada yang tidak mampu bersabar,” ujar Syukri. “Ini ada bantuan sekedar yang pemerintah berikan pada masa panik, semoga dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kebutuhan keluarga.”
Wabup juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana yang dapat terjadi kapan saja.
Sementara itu, Keuchik Gampong Pantee Rawa, Basrizar, mengucapkan terima kasih atas respons cepat tim pemadam kebakaran dan bantuan yang disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Tenda darurat telah didirikan di lokasi untuk menampung para korban.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. [*]







