Relawan Mualem Center minta Dirut PT PEMA dievaluasi karena dinilai tak
profesional dan tak paham kebutuhan ekonomi lokal Aceh.
koranaceh.net | Banda Aceh –
Sejumlah Ketua Relawan Mualem Center menyampaikan pernyataan sikap resmi yang
menyoroti kepemimpinan Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA), Mawardi Nur.
Dalam pernyataan tersebut, mereka mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap
arah kepemimpinan dan kebijakan yang dinilai tidak profesional serta tidak
berpihak pada kebutuhan ekonomi masyarakat Aceh.
Pernyataan sikap itu dikeluarkan secara kolektif oleh para Ketua Relawan yang
terdaftar resmi dalam struktur Mualem Center—organisasi relawan pendukung
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.
Mereka menyebut bahwa sejumlah kritik dari
internal perusahaan mencerminkan adanya keresahan serius atas cara kerja dan
pengambilan kebijakan oleh pimpinan PT PEMA saat ini.
“Berbagai kritik yang disampaikan oleh pegawai internal PT PEMA mencerminkan
adanya ketidakpuasan terhadap cara kerja dan arah kebijakan yang diambil oleh
Dirut saat ini,” tulis mereka dalam pernyataan yang diterima koranaceh.net, pada
Selasa (29/4/2025).
Salah satu poin yang menjadi sorotan tajam adalah pernyataan Dirut PT PEMA,
Mawardi Nur, yang menyebutkan bahwa Aceh tidak lagi membutuhkan Dana Otonomi
Khusus (OTSUS).
Menurut para relawan, pernyataan tersebut menunjukkan
ketidaksesuaian pandangan dengan realitas kebutuhan lokal serta memperlihatkan
kurangnya pemahaman terhadap konteks sosial dan ekonomi Aceh.
“Pernyataan beliau yang menyebut bahwa Aceh tidak membutuhkan Dana Otonomi
Khusus (OTSUS) juga menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap konteks ekonomi
dan kebutuhan lokal masyarakat Aceh,” lanjut pernyataan itu.
Para relawan khawatir jika pola kepemimpinan ini dibiarkan berlanjut, PT PEMA
bukan hanya tidak berkembang, melainkan berisiko mengalami kemunduran.
Mereka
pun mendesak Gubernur Aceh untuk mengambil langkah tegas dengan melakukan
evaluasi dan pergantian terhadap posisi direktur utama perusahaan daerah
tersebut.
“Kami mendesak kepada Gubernur Aceh, Bapak H. Muzakir Manaf (Mualem), untuk
segera melakukan evaluasi dan mengganti posisi Dirut PT PEMA dengan sosok yang
benar-benar memiliki kompetensi, integritas, serta pemahaman mendalam terhadap
kondisi daerah,” bunyi pernyataan itu.
Lebih lanjut, mereka menegaskan komitmennya untuk terus mengawal reformasi
dalam tubuh PT PEMA demi terwujudnya tata kelola perusahaan daerah yang
berorientasi pada kesejahteraan rakyat dan keberlanjutan pembangunan ekonomi.
“Sebagai relawan pemenangan Mualem – Dek Fadh, kami siap mengawal dan
mendukung proses reformasi di tubuh PT PEMA demi tercapainya tujuan
pembangunan ekonomi Aceh yang berkelanjutan dan berpihak pada rakyat,” tutup
pernyataan tersebut. [*]







