Banjir Aceh merusak 669 dayah. Dinas Pendidikan Dayah Aceh saweu ulama ke Pidie Jaya dan Bireuen, merespons gangguan belajar santri.
KoranAceh.Net | Bireuen – Bencana banjir dan longsor di Aceh berdampak langsung pada pendidikan dayah. Posko Tanggap Darurat Hidrometeorologi Aceh mencatat 669 dayah atau pondok pesantren terdampak atau mengalami kerusakan hingga Sabtu (27/12/2025). Dampak itu meluas dari kerusakan fisik hingga terganggunya proses belajar mengajar santri.
Merespons situasi tersebut, Dinas Pendidikan Dayah Aceh melakukan saweu ulama ke sejumlah dayah di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen, Kamis (25/12/2025). Kunjungan ini disampaikan sebagai bagian dari respons pemerintah terhadap gangguan aktivitas pendidikan dayah akibat bencana hidrometeorologi.
Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Andriansyah, menegaskan posisi dayah dalam struktur sosial Aceh saat menjelaskan tujuan kunjungan. “Ulama dan dayah adalah benteng moral dan spiritual masyarakat Aceh. Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk saling menguatkan di saat musibah,” kata Andriansyah, dalam keterangannya yang diterima KoranAceh.Net, Sabtu (27/12/2025).
Rombongan mendatangi Dayah Ummul Ayman dan Dayah MUDI Mesra Samalanga, dua lembaga yang dilaporkan mengalami dampak cukup berat akibat banjir bandang. Dampak tersebut meliputi kerusakan sarana prasarana serta terganggunya kegiatan belajar mengajar santri. Kondisi itu menjadi perhatian utama dalam kunjungan lapangan dinas.
Selain itu, rombongan juga mengunjungi Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng. Dayah ini tidak terdampak langsung banjir dan longsor, namun ikut merasakan tekanan sosial akibat bencana. Sebagian besar santrinya berasal dari keluarga yang terdampak langsung, sehingga berpengaruh pada keberlangsungan pendidikan dan kebutuhan dasar santri.
Dalam keterangan yang sama, Andriansyah menyebut kunjungan tersebut tidak dimaksudkan sebagai agenda seremonial. Ia menekankan kehadiran pemerintah di tengah ulama dan dayah yang terdampak sebagai bagian dari tanggung jawab kelembagaan di sektor pendidikan keagamaan.
Skala dampak bencana terhadap dayah terlihat dari sebaran wilayah terdampak. Aceh Utara mencatat jumlah tertinggi dengan 212 dayah, disusul Aceh Timur 157 dayah, Lhokseumawe 64 dayah, dan Aceh Tamiang 57 dayah. Di Pidie Jaya tercatat 36 dayah terdampak, sementara Bireuen 34 dayah.
Wilayah lain seperti Pidie, Aceh Singkil, Langsa, Aceh Tengah, hingga Gayo Lues juga tercatat terdampak dengan jumlah bervariasi. Sementara itu, Aceh Barat, Aceh Selatan, dan Aceh Besar belum tercatat memiliki dayah atau pondok pesantren yang rusak atau terdampak berdasarkan data sementara posko yang dilihat KoranAceh.Net.
Dinas Pendidikan Dayah Aceh menyatakan kegiatan saweu ulama akan dilanjutkan ke wilayah lain yang juga terdampak banjir dan longsor, termasuk Lhokseumawe, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Tamiang. Dalam setiap kunjungan, dinas menyebut akan menyalurkan bantuan bagi dayah terdampak.
“Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Dayah Aceh berharap sinergi antara pemerintah dan dayah semakin kuat serta menjadi penguat semangat kebersamaan dalam menghadapi bencana hidrometeorologi di Aceh,” pungkas Andriansyah. []







