News

Dirut BAS tinjau langsung KC Kuala Simpang; Salah Satu Cabang Terdampak Paling Parah

×

Dirut BAS tinjau langsung KC Kuala Simpang; Salah Satu Cabang Terdampak Paling Parah

Sebarkan artikel ini

Jaringan Kantor Bank Aceh di Aceh Tamiang Kembali Beroperasi, 43 dari 46 Unit Telah Pulih

KoranAceh.Net | Aceh Tamiang — Bank Aceh mengumumkan bahwa sebagian besar jaringan kantornya di Kabupaten Aceh Tamiang yang sebelumnya lumpuh akibat bencana hidrometeorologi kini telah kembali beroperasi. Per Senin, 8 Desember 2025, empat dari tujuh kantor layanan—termasuk Kantor Cabang Aceh Tamiang—telah aktif melayani nasabah.

Tiga Kantor Cabang Pembantu (KCP) yang masih dalam proses pemulihan adalah KCP Pulo Tiga, KCP Kota, dan KCP Upah. Upaya percepatan terus dilakukan agar seluruh layanan dapat berfungsi normal dalam waktu dekat.

Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, mengatakan bahwa pemulihan jaringan kantor menjadi prioritas utama di tengah situasi bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Aceh.

“Pemulihan jaringan kantor adalah salah satu prioritas kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah, selain membantu masyarakat yang terdampak oleh bencana banjir saat ini,” ujar Fadhil.

Ia menambahkan, dari total 192 kantor Bank Aceh yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Aceh serta beberapa kota besar seperti Medan dan Jakarta, hanya tersisa tiga kantor yang belum operasional.

Fadhil juga menyampaikan apresiasi kepada Tim Task Force Percepatan Operasional Kantor yang bekerja cepat memulihkan layanan di tengah kondisi sulit. Sebelumnya, sebanyak 46 jaringan kantor Bank Aceh terdampak serius dan sempat dihentikan operasionalnya demi keselamatan karyawan dan pengamanan aset akibat akses jalan yang terputus dan kerusakan infrastruktur.

“Alhamdulillah, dari 46 jaringan kantor yang terdampak, kini 43 telah aktif kembali,” tambahnya.

Bank Aceh turut berterima kasih kepada pemerintah daerah, aparat keamanan, serta berbagai pihak yang mendukung proses pemulihan layanan. Bank Aceh menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjaga layanan perbankan tetap berjalan, dan berkontribusi dalam pemulihan Aceh yang sedang menghadapi kondisi darurat bencana.[]