BANDA ACEH – Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa dalam momentum Ramadhan bersama Ketua DPRK Banda Aceh. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat yang akrab disapa Kala Cudbul berbagi berbagai cerita, pengalaman, hingga harapan terkait kondisi sosial dan kehidupan masyarakat di Banda Aceh.
Pertemuan yang berlangsung santai itu menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah dialog antara masyarakat dan unsur pimpinan legislatif daerah. Berbagai persoalan mulai dari kehidupan sosial, ekonomi warga, hingga harapan terhadap pembangunan kota menjadi topik pembicaraan yang mengalir hangat sepanjang kegiatan.
Ketua DPRK Banda Aceh menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, komunikasi yang terbangun secara langsung akan melahirkan pemahaman yang lebih baik terhadap kebutuhan warga.
“Ramadan bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga momentum memperkuat ukhuwah dan mendengar langsung suara masyarakat. Dari obrolan sederhana seperti ini, banyak masukan berharga yang bisa menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Kala Cudbul mengaku senang dapat berbagi cerita dan berdiskusi langsung bersama pimpinan DPRK Banda Aceh. Ia berharap hubungan kedekatan antara masyarakat dan para pemangku kebijakan terus terjalin dengan baik.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan ruang yang terbuka untuk menyampaikan aspirasi tanpa sekat formalitas. Dengan komunikasi yang cair dan penuh keakraban, berbagai persoalan di tengah masyarakat akan lebih mudah dipahami dan dicarikan solusi bersama.
Selain berbagi cerita, kegiatan tersebut juga diisi dengan kebersamaan dalam nuansa Ramadhan yang penuh kehangatan. Momentum itu menjadi simbol pentingnya menjaga solidaritas sosial dan memperkuat nilai kebersamaan di tengah kehidupan masyarakat kota.
Kegiatan Ramadhan bersama tersebut diharapkan mampu mempererat hubungan emosional antara masyarakat dan pemerintah, sekaligus menjadi sarana membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang terbuka dan humanis.(adv)

