Bireuen–Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis, S.T., memberikan apresiasi atas kehadiran Posko Wilayah Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) yang dipimpin Dirjen Bina Adwil Kemendagri, Dr. Safrizal ZA. Keberadaan Posko Wilayah, mempermudah koordinasi, konsultasi, dan komunikasi.
Berdasarkan mandat utama, kata Bupati Bireuen, sesuai dengan Pasal 1 Keppres 1/2026, Satgas PRR yang dibentuk Presiden, menjalankan tugas dan fungsi melakukan koordinasi kebijakan umum, mengoordinasikan pengawasan dan penganggaran, serta menetapkan langkah strategis dalam mengatasi berbagai hambatan administratif, regulasi, maupun kendala fisik di lapangan.
“Sebagai kepala daerah di Bireuen, saya memberikan apresiasi terhadap kehadiran Satgas PRR. Kehadiran Posko Wilayah Aceh mempermudah koordinasi antara daerah dan Pusat dalam konteks penanganan pascabencana, ” kata Bupati Bireuen H. Mukhlis yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bireuen, Minggu, 4 Oktober 2026.

Perihal kepemimpinan Safrizal di Posko Wilayah Aceh, menurut Mukhlis sangat bagus. Sebagai sosok birokrat senior di Kemendagri, ia memahami masalah secara utuh. Dengan kemampuan birokrasi yang mumpuni, Safrizal hadir dengan gaya bahasa santun, tertib administrasi, dan solutif. Bila ada hal yang mandek, ia bekerja keras mencarikan jalan keluar.
Kerja rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatra, merupakan kerja besar yang membutuhkan koordinasi berlapis. Kepala daerah dan perangkat kerjanya membutuhkan pendamping yang bertugas khusus. Termasuk dalam evaluasi serapan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) Tambahan dan bantuan keuangan (bankeu).
Sesuai dengan Keppres Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pembentukan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumut, dan Sumbar, Satuan tugas tersebut memiliki kewenangan pengawasan kedinasan. Sebagai representasi Pusat, sekaligus Dirjen Bina Adwil, Safrizal memiliki wewenang melekat untuk mengawasi serapan keuangan daerah.

Baru-baru ini rapat koordinasi di Aceh Tengah, Satgas PRR Posko Wilayah Aceh menggelar gathering dan focus group discussion dengan kepala daerah. Meskipun ia gagal hadir karena ada hal yang tidak bisa dielak, berdasarkan laporan stafnya, rapat tersebut sangat penting.
Menurut laporan staf Bupati, Safrizal bukan sekadar memaparkan capaian serapan TKD Tambahan dan bankeu yang bergerak dinamis. Ia juga memberikan solusi dan target.
“Sesuai laporan yang saya terima dari staf yang hadir, Pak Safrizal memimpin rapat dengan sangat ramah. Ia memaparkan data serapan TKD tambahan dan bankeu. Kemudian menanyakan masalah yang dihadapi daerah. Kemudian memberikan solusi dan menyepakati target serapan. Itu saja. Pemkab Bireuen juga telah mengirimkan data penggunaan bankeu supaya Satgas PRR bisa memantau progres kami, ” kata Bupati Bireuen.
Bireuen juga mengajukan diri sebagai tuan rumah rapat koordinasi selanjutnya. Momen rakor di daerah akan memberikan waktu lebih banyak bagi pihaknya supaya bisa berkoordinasi dan komunikasi lebih intens dengan Kepala Posko Wilayah dan pejabat dari kementerian/lembaga terkait.
“Bireuen sudah menyampaikan ke Pak Safrizal bahwa kami juga siap bila ditunjuk sebagai tuan rumah rakor Satgas PRR. Bireuen memiliki fasilitas yang lengkap untuk menggelar rapat-rapat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi, ” imbuhnya.(*)







