PemerintahanUtama

Apel Perdana Pasca Idulfitri, Illiza Tekankan Disiplin ASN Banda Aceh

×

Apel Perdana Pasca Idulfitri, Illiza Tekankan Disiplin ASN Banda Aceh

Sebarkan artikel ini

Banda Aceh | KoranAceh.id – Halaman Balai Kota Banda Aceh, Senin pagi, 6 April 2026, dipenuhi barisan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kembali berkumpul setelah melewati bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Apel gabungan perdana ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi penanda dimulainya kembali ritme pelayanan publik dengan semangat baru.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, memimpin langsung apel tersebut, didampingi Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, serta diikuti seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.

Dalam amanatnya, Illiza membuka dengan ucapan Idulfitri, sekaligus mengajak seluruh ASN menjadikan momentum pasca-Ramadan sebagai titik balik peningkatan kinerja.

“Ramadan bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga melatih kita untuk disiplin, jujur, dan bertanggung jawab. Maka bulan Syawal ini adalah momentum pembuktian, apakah nilai-nilai itu kita bawa dalam pekerjaan,” ujarnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai spiritual yang ditempa selama Ramadan seharusnya tidak berhenti pada ritual, melainkan berlanjut dalam etos kerja sehari-hari—terutama dalam melayani masyarakat.

Data kehadiran ASN pada apel perdana ini menunjukkan angka yang sangat tinggi. Dari total 6.324 ASN, sebanyak 6.298 orang hadir, atau mencapai 99,59 persen. Angka ini mencerminkan tingkat kedisiplinan yang cukup baik di lingkungan Pemko Banda Aceh.

Namun, di balik capaian tersebut, masih terdapat 26 ASN atau sekitar 0,41 persen yang tidak hadir tanpa keterangan. Illiza memberi perhatian khusus terhadap hal ini, menegaskan bahwa disiplin bukan sekadar angka statistik, tetapi cerminan integritas seorang aparatur negara.

Bagi Pemerintah Kota Banda Aceh, apel perdana ini bukan hanya evaluasi kehadiran, tetapi juga pengingat bahwa pelayanan publik harus berjalan optimal sejak hari pertama kembali bekerja.

Di halaman Balai Kota itu, pesan yang disampaikan sederhana namun kuat: setelah Ramadan, saatnya membuktikan—bahwa nilai disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab benar-benar hidup dalam setiap tugas yang dijalankan.[]