KoranAceh.Net | Banda Aceh — Sejumlah elemen sipil di Aceh akan menggelar rapat konsolidasi untuk mendesak dibukanya izin masuk bantuan dari luar negeri menyusul bencana besar yang melanda Aceh–Sumatera. Konsolidasi ini melibatkan tuan guru, lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi kepemudaan (OKP), organisasi kemasyarakatan (ormas), paguyuban, serta mahasiswa.
Rapat konsolidasi dijadwalkan berlangsung di Panggung Utama Pekan Kebudayaan Aceh (PKA), Taman Ratu Safiatudin, pada Kamis, 18 Desember 2025, mulai pukul 09.00 WIB.
Agenda utama pertemuan tersebut adalah menyatukan sikap dan langkah berbagai elemen masyarakat Aceh untuk menuntut agar pemerintah membuka akses bantuan kemanusiaan dari luar negeri guna mempercepat penanganan dampak bencana yang hingga kini dinilai belum tertangani secara optimal.
“Situasi Aceh dalam kondisi bencana yang sangat besar dan membutuhkan penanganan luar biasa. Karena itu, diperlukan konsolidasi seluruh elemen rakyat Aceh untuk mendorong dibukanya izin bantuan internasional,” demikian isi seruan undangan yang beredar di kalangan masyarakat sipil.
Penyelenggara menilai, masuknya bantuan internasional penting untuk menjawab persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat terdampak, mulai dari pemulihan kebutuhan dasar, infrastruktur, hingga penanganan krisis kemanusiaan yang terus meluas.
Rapat konsolidasi ini terbuka bagi berbagai unsur masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap keselamatan dan masa depan rakyat Aceh–Sumatera. Panitia berharap kehadiran para tokoh agama, aktivis sosial, pemuda, dan mahasiswa dapat memperkuat suara kolektif rakyat Aceh dalam memperjuangkan kepentingan kemanusiaan.
Untuk informasi lebih lanjut, panitia dapat dihubungi melalui Rifky Nyakwang di nomor 0821 4640 0988.[]

