News

Antrean Panjang LPG 3 Kg di Banda Aceh Tuai Kritik, Kehadiran Wali Kota Dinilai Sekadar Pencitraan

×

Antrean Panjang LPG 3 Kg di Banda Aceh Tuai Kritik, Kehadiran Wali Kota Dinilai Sekadar Pencitraan

Sebarkan artikel ini

KoranAceh.Net | Banda Aceh — Kelangkaan LPG 3 kilogram di Kota Banda Aceh kembali menuai sorotan publik. Antrean panjang warga yang terjadi di sejumlah titik distribusi gas bersubsidi memicu kritik tajam, terutama setelah beredar foto kehadiran Wali Kota Banda Aceh di tengah antrean warga.

Dalam unggahan media sosial yang viral, seorang warga menilai kehadiran Wali Kota di lokasi antrean LPG lebih terkesan sebagai aksi swafoto dan pencitraan, bukan solusi konkret atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa warga datang untuk membeli gas, bukan menerima bantuan, sehingga kehadiran pejabat di tengah antrean dinilai tidak menyentuh akar masalah.

“Di saat rakyat menderita dan kelelahan mengantre demi membeli gas yang langka, pemimpin kota hadir dengan narasi seolah sedang menyalurkan bantuan. Padahal faktanya, rakyat membeli, bukan menerima bantuan,” tulis akun tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan sebagaimana terlihat dalam foto yang beredar, ratusan warga tampak berdesakan membawa tabung LPG 3 kg, berjajar rapi di atas badan jalan dan halaman fasilitas umum. Antrean didominasi ibu rumah tangga, lansia, dan warga dari kelompok ekonomi menengah ke bawah yang bergantung pada gas bersubsidi untuk kebutuhan sehari-hari.

Kritik juga diarahkan pada tata kelola distribusi LPG. Warga menilai, jika sistem distribusi berjalan normal dan pengawasan dilakukan dengan baik, maka antrean panjang dan keresahan publik tidak akan terjadi. “Yang dibutuhkan rakyat adalah gas tersedia, harga stabil, dan distribusi lancar, bukan dokumentasi kehadiran pejabat,” lanjut unggahan tersebut.

Dalam kondisi krisis, kehadiran pejabat publik di lapangan seharusnya dibarengi dengan kebijakan cepat dan terukur, seperti penambahan kuota, pengawasan pangkalan, serta penertiban penyaluran agar tepat sasaran. Tanpa itu, kehadiran pejabat justru dinilai memperlihatkan jarak empati antara pemerintah dan warga.

Sejumlah warga berharap Pemerintah Kota Banda Aceh segera berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Pertamina dan agen distribusi, untuk memastikan pasokan LPG 3 kg kembali normal. Mereka menegaskan bahwa kepemimpinan sejati tidak diukur dari seberapa sering tampil di kamera, melainkan dari hasil nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Banda Aceh terkait kritik tersebut maupun langkah konkret yang akan diambil untuk mengatasi kelangkaan LPG 3 kg.[]