Wagub Aceh Fadhlullah melepas 45 kafilah STQH ke Kendari dan menargetkan prestasi lebih baik dari ajang sebelumnya di Jambi.
koranaceh.net | Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, melepas keberangkatan kafilah Provinsi Aceh yang akan mengikuti Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) Nasional ke-28 di Kendari, Sulawesi Tenggara. Ajang ini digelar pada 9 hingga 19 Oktober 2025.
Pelepasan kafilah berlangsung di Restoran Meuligoe Gubernur Aceh, Rabu malam (1/10/2025). Sebanyak 45 orang dari berbagai daerah di Aceh akan berangkat untuk mewakili provinsi Aceh dalam kompetisi keagamaan tingkat nasional tersebut.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Fadhlullah menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Aceh terhadap seluruh peserta yang akan berlomba. Ia berharap para peserta dapat mempersembahkan hasil terbaik bagi daerah.
“Pada STQH nasional sebelumnya di Jambi, Aceh meraih peringkat lima. Tahun ini kami optimis para peserta mampu membawa Aceh ke peringkat yang lebih baik,” kata Fadhlullah saat melepas kafilah, Rabu malam (1/10/2025).
Menurut Fadhlullah, Aceh memiliki tanggung jawab moral dan spiritual sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam secara formal. Ia menilai prestasi di ajang STQH menjadi bentuk nyata dari pelestarian nilai-nilai keislaman yang telah melekat kuat dalam kehidupan masyarakat Aceh.
“Sejak dulu, orang Aceh identik dengan sosok yang alim dan santun, bahkan kalau keluar daerah selalu disuruh menjadi imam salat,” ujarnya.
Fadhlullah kemudian menuturkan pengalamannya saat menjadi anggota DPR RI. Dalam sebuah kunjungan kerja ke Jawa, ia diminta menjadi imam salat magrib karena berasal dari Aceh, yang dikenal memiliki tradisi keagamaan yang kuat. Ia menilai pengalaman tersebut mencerminkan citra masyarakat Aceh sebagai umat beragama yang taat.
Pemerintah Aceh, lanjutnya, berkomitmen memperkuat kegiatan syiar Islam agar nilai-nilai keagamaan terus tumbuh di tengah masyarakat. Ia menyebut pembinaan kemampuan membaca Al-Quran dari usia dini hingga dewasa menjadi bagian dari program prioritas pemerintahan saat ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Zahrol Fajri, menyampaikan bahwa total peserta kafilah Aceh berjumlah 45 orang. Mereka terdiri atas 20 peserta utama, 6 pelatih, dan 19 ofisial pendamping.
“Para peserta sudah mengikuti latihan dalam tiga tahap,” ujar Zahrol.
Zahrol menjelaskan, para peserta dan pelatih akan berangkat ke Jakarta pada 2 Oktober untuk menjalani latihan tahap keempat bersama pelatih nasional selama satu minggu. Selanjutnya, pada 8 Oktober, 19 ofisial pendamping akan menyusul ke Jakarta dan bergabung dengan rombongan utama sebelum bersama-sama menuju Kendari.
Kafilah Aceh akan berpartisipasi dalam lima cabang lomba, baik kategori putra maupun putri. Cabang tersebut meliputi tilawah Quran anak, tilawah Quran dewasa, tahfiz, tafsir, dan hafalan hadis.
Menurut Zahrol, pelatihan dilakukan secara bertahap agar peserta terbiasa dengan tekanan kompetisi dan mampu menampilkan kemampuan terbaiknya di tingkat nasional.
Kegiatan pelepasan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat Pemerintah Aceh dan tokoh agama. Acara berlangsung dengan pembacaan doa dan penyerahan bendera kafilah dari Wakil Gubernur Aceh kepada pimpinan rombongan.
Pemerintah Aceh melalui Dinas Syariat Islam menyatakan akan terus memberikan dukungan logistik dan pembinaan kepada para peserta hingga pelaksanaan lomba berakhir. Fadhlullah berharap prestasi kafilah Aceh pada STQH tahun ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk memperdalam ilmu agama.
Kegiatan STQH Nasional ke-28 di Kendari dijadwalkan berlangsung selama sepuluh hari. Para peserta dari seluruh provinsi di Indonesia akan menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam membaca, menghafal, dan memahami isi Al-Quran serta hadis.







