AcehNewsSosial

Pemkab Aceh Besar Susun Rencana Induk Pengembangan Dekranasda Jadi Pusat Wisata Terpadu

×

Pemkab Aceh Besar Susun Rencana Induk Pengembangan Dekranasda Jadi Pusat Wisata Terpadu

Sebarkan artikel ini

Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris dalam rapat pembahasan program kerja Dekranasda Aceh Besar di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Selasa (16/9/2025). (Foto: MC Aceh Besar).
Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris dalam rapat pembahasan program kerja Dekranasda Aceh Besar di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Selasa (16/9/2025). (Foto: MC Aceh Besar).

Pemkab Aceh Besar susun rencana induk multi-tahun untuk kembangkan Gedung Dekranasda menjadi pusat wisata budaya dan ekonomi kreatif yang terpadu.

koranaceh.net | Aceh Besar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar menyusun rencana induk untuk merevitalisasi dan mengembangkan Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) menjadi pusat wisata sejarah, budaya, dan ekonomi kreatif terpadu. Rencana pengembangan ini akan dijalankan secara bertahap hingga tahun 2029.

Gagasan tersebut menjadi agenda utama dalam rapat pembahasan program kerja bertema “Pengembangan Lokasi Wisata Sejarah-Budaya-Syariat Terpadu” yang berlangsung di Gedung Dekranasda Aceh Besar, pada Selasa, 16 September 2025. Rapat ini bertujuan menghidupkan kembali peran lembaga tersebut sebagai wadah promosi produk unggulan daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopukmdag) Aceh Besar, Sulaimi, dalam rapat tersebut memaparkan kondisi terkini lembaga tersebut yang ia nilai belum optimal. Salah satunya akibat kekurangan sumber daya manusia.

“Dulu Dekranasda memiliki 15 orang petugas, namun kini hanya tersisa 7 orang. Ini menjadi salah satu tantangan yang harus kita benahi bersama,” ujarnya.

Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, yang hadir dalam pertemuan tersebut, mendukung penuh rencana pengembangan itu. Ia menekankan posisi strategis Aceh Besar sebagai gerbang masuk Provinsi Aceh, sehingga keberadaan pusat promosi yang representatif menjadi sebuah keharusan.

“Ide ini sangat luar biasa dan saya sepakat. Selama ini Dekranasda kurang mendapat perhatian, padahal lokasinya sangat strategis. Jika wajah depan daerah kita saja tidak tertata, tentu akan mengurangi nilai citra daerah di mata pengunjung,” kata Muharram.

Rencana induk tersebut memuat peta jalan pengembangan fasilitas secara bertahap. Pada tahun 2026, pembangunan akan difokuskan pada fasilitas kuliner dan UMKM. Tahap selanjutnya pada 2027 adalah pembangunan pusat suvenir dan panggung pertunjukan seni budaya. Pembangunan museum kerajinan sejarah dan budaya ditargetkan pada 2028, dan akan diakhiri dengan penyempurnaan sistem manajemen pada 2029.

Budayawan Aceh Besar, Abu Lis, menambahkan bahwa pengembangan ini juga harus merangkul warisan budaya tak benda, tidak hanya terfokus pada kerajinan fisik.

“Kita punya khazanah budaya yang luar biasa. Bayangkan kalau kuliner khas kita dihadirkan di sini, ditambah dengan pentas seni secara rutin, tentu akan semakin menarik minat masyarakat maupun wisatawan,” ujar Abu Lis.

Kalau semua berjalan sesuai rencana, tambah Abu lis, maka bukan hanya perajin dan UMKM yang bakal diuntungkan, tapi juga masyarakat luas. “Karena perputaran ekonomi akan lebih terasa,” sambungnya.

Sebagai tindak lanjut, Bupati Muharram menginstruksikan pembenahan fisik gedung, penambahan tenaga kerja sesuai kebutuhan, serta perbaikan tata kelola kepengurusan. Ia juga menegaskan pentingnya transparansi dalam penggunaan anggaran.

“Terkait tenaga kerja, kita akan upayakan penambahan. Namun yang lebih penting, harus ada transparansi dalam penggunaan anggaran, serta pembenahan kepengurusan agar lebih solid,” tandasnya. [*]