AcehNewsPendidikan

Disdikbud Aceh Besar Gelar Seminar Internasional untuk Guru PJOK

×

Disdikbud Aceh Besar Gelar Seminar Internasional untuk Guru PJOK

Sebarkan artikel ini

Kepala BPMP Aceh, Muhammad Anis, menyampaikan sambutan dan membuka Seminar Internasional di Aula BPMP Prov Aceh, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, Selasa (16/09/2025). (Foto: MC Aceh Besar).
Kepala BPMP Aceh, Muhammad Anis, menyampaikan sambutan dan membuka Seminar Internasional di Aula BPMP Prov Aceh, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, Selasa (16/09/2025). (Foto: MC Aceh Besar).

Disdikbud Aceh Besar gelar seminar internasional bagi guru PJOK, hadirkan pakar dari Malaysia untuk tingkatkan pembelajaran aktif siswa.

koranaceh.net | Aceh Besar – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Besar menggelar seminar internasional untuk para guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan metode pembelajaran aktif di sekolah sebagai respons atas tingginya durasi penggunaan gawai di kalangan pelajar.

Seminar yang dibuka oleh Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Aceh, Muhammad Anis, ini berlangsung di Aula BPMP Aceh, Selasa, 16 September 2025. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari sesi daring yang sebelumnya telah melibatkan 200 siswa SD dan SMP pada 20 Agustus 2025.

Dalam sambutannya, Kepala BPMP Aceh, Muhammad Anis, menyoroti urgensi peran guru PJOK. Ia memaparkan data penelitian yang menunjukkan generasi muda Indonesia menghabiskan rata-rata delapan jam per hari menggunakan ponsel, sebuah angka yang disebut tertinggi di dunia.

“Untuk mengantisipasi hal tersebut, kita harus mempersiapkan generasi Indonesia Emas 2045 dimulai dari sekarang,” ujar Anis. Menurutnya, inovasi dalam pembelajaran PJOK menjadi kunci untuk membentuk generasi yang aktif, kreatif, dan berkarakter kuat.

Plt Kepala Disdikbud Aceh Besar, Dr. Agus Jumaidi, menjelaskan bahwa seminar ini adalah bagian dari visi pendidikan yang digagas oleh Bupati Aceh Besar. Ia berharap para guru dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk menciptakan perubahan dalam sistem pembelajaran di sekolah masing-masing.

“Dengan seminar hari ini, ke depan kita bisa melakukan perubahan-perubahan, baik itu sistem pembelajaran maupun lainnya,” kata Agus Jumaidi.

Ia juga mengumumkan rencana lanjutan pada Oktober mendatang, yang mencakup program tes kebugaran jasmani tidak hanya untuk siswa, tetapi juga bagi seluruh guru PJOK di Aceh Besar. “Bukan hanya siswa saja, tapi guru harus diuji juga,” tegasnya.

Seminar internasional ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Prof. Madya Dr. Ali bin Md Nadzalan dari Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia, dan Dr. Drs. Syamsulrizal, M.Kes, dari Universitas Syiah Kuala (USK). [*]