AcehNews

Pj Gubernur Safrizal Resmikan Galeri Seuramoe Dekranasda Aceh, Dorong UMKM dan Digitalisasi

×

Pj Gubernur Safrizal Resmikan Galeri Seuramoe Dekranasda Aceh, Dorong UMKM dan Digitalisasi

Sebarkan artikel ini

 

Pj Gubernur Aceh Dr. H. Safrizal ZA, M.Si., didampingi Pj ketua Dekranasda Aceh, Hj. Safriati, S.Si, M.Si melakukan peresmian Galeri Seuramo Kerajinan Dewan Kerajinan Nasional Dearah (Dekranasda) Aceh, di Komplek Taman Ratu Safiatuddin Banda Aceh, Kamis (6/2/2025). (Foto: Dok. Humas Pemprov Aceh).
Pj Gubernur Aceh Dr. H. Safrizal ZA, M.Si., didampingi Pj ketua Dekranasda Aceh, Hj. Safriati, S.Si, M.Si melakukan peresmian Galeri Seuramo Kerajinan Dewan Kerajinan Nasional Dearah (Dekranasda) Aceh, di Komplek Taman Ratu Safiatuddin Banda Aceh, Kamis (6/2/2025). (Foto: Dok. Humas Pemprov Aceh).

Pj Gubernur Aceh, Safrizal, resmikan Galeri Seuramoe Dekranasda di Banda Aceh.
Mendorong pengembangan UMKM, digitalisasi, dan penggunaan produk lokal.

Banda Aceh – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si.,
meresmikan Galeri Seuramoe Dekranasda Aceh di Kompleks Taman Ratu Safiatuddin,
Banda Aceh, pada Kamis, 6 Februari 2025. Peresmian ini menjadi langkah
strategis dalam memperkuat industri kerajinan lokal serta mendorong
pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Aceh.


Dalam sambutannya, Safrizal menekankan pentingnya pengelolaan galeri agar
lebih menarik bagi wisatawan dan pembeli. Ia berharap, dengan tampilan yang
semakin baik, galeri ini bisa menjadi pusat ekonomi kreatif yang berkontribusi
pada pertumbuhan sektor UMKM di Aceh. “Kita memulai (renovasi) dari awal, lalu
terus menyempurnakan. Ini sudah ketiga kalinya saya berkunjung, artinya saya
memberi atensi. Interiornya terus kita benahi agar tampilannya semakin
menarik, sehingga orang mau datang dan menghabiskan uangnya di sini,” ujarnya.

Baca Juga:
Pj Gubernur Safrizal Resmikan Gedung Baru Dinas Perkim Aceh, Minta ASN
Kerja Lebih Baik


Safrizal juga menyoroti peran UMKM dalam perekonomian nasional. Menurutnya,
sektor ini menyumbang sekitar 61–63 persen terhadap Produk Domestik Bruto
(PDB) dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. “Indonesia dibangun di
atas UMKM. Saat krisis ekonomi, sektor inilah yang tetap bertahan. Jika UMKM
berjalan, maka tidak ada pengangguran. Sumber daya manusia Aceh ini hebat,
kita hanya perlu memberikan kesempatan dan peluang,” katanya.


Lebih lanjut, Safrizal menyampaikan harapannya agar Aceh tidak lagi bergantung
pada ekspor sumber daya alam, tetapi lebih mengandalkan industri kreatif dan
intelektual. Ia mencontohkan negara-negara lain yang telah sukses di sektor
ini. “Singapura mengekspor produk kerajinan hingga 41 persen, Thailand 29
persen, sementara Indonesia baru mencapai 15,7 persen. Artinya, kita masih
harus bekerja keras,” ujarnya.





Sebagai bentuk dukungan konkret, Pj Gubernur mengusulkan kebijakan yang dapat
memperkuat industri kerajinan Aceh. Salah satunya adalah mewajibkan pegawai
pemerintah untuk mengenakan batik khas Aceh setiap Kamis. “Ada sekitar 20 ribu
pegawai di Aceh, jika mereka menggunakan batik Aceh, maka UMKM akan terus
berproduksi,” ungkapnya.


Tak hanya itu, ia juga ingin agar Dekranasda Aceh tidak hanya berfungsi
sebagai galeri fisik, tetapi juga berkembang menjadi
marketplace digital. “Kita harus membuat Dekranasda menjadi platform
digital yang mempertemukan pengrajin dengan pembeli. Tidak semua orang bisa
datang ke sini, tapi mereka tetap bisa membeli produk kerajinan Aceh secara
online,” kata Safrizal.

Baca Juga:
Pj Gubernur Safrizal Lantik Tiga Kepala SKPA, Tekankan Efektivitas
Pelayanan Publik


Ia juga meminta pemerintah daerah agar menjadikan produk Dekranasda sebagai
buah tangan resmi bagi tamu-tamu pemerintah. “Dengan cara ini, uang akan terus
berputar di masyarakat dan para pengrajin bisa merasakan dampaknya,”
tambahnya.


Peresmian ini turut dihadiri oleh istri Gubernur Aceh terpilih, Marlina Usman,
Kepala Bank Aceh Syariah, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh.
Pj Gubernur juga mendorong pihak perbankan untuk turut serta dalam mendukung
pengembangan Dekranasda melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).





Sementara itu, Penjabat Ketua Dekranasda Aceh, Hj. Safriati, mengungkapkan
sejarah panjang Dekranasda Aceh. Pada 1990, kantor Dekranasda berada di
Peunayong dan hanya menampilkan kerajinan bordir. Setelah gedung baru dibangun
di Taman Ratu Safiatuddin dan diresmikan pada 2004, fungsinya pun masih
terbatas sebagai showroom tanpa optimalisasi penuh.


“Kami berinisiatif membuat galeri ini sebagai cikal bakal galeri yang lebih
besar untuk Aceh. Walaupun masih jauh dari sempurna, ini adalah langkah awal.
Produk dari 23 kabupaten/kota di Aceh kini mulai hadir di sini, mulai dari
tikar hingga kursi enceng gondok,” ujar Safriati.

Baca Juga:
Pj Gubernur Safrizal: Akademisi Berperan Kunci dalam Pembangunan Aceh


Ia berharap agar galeri ini terus dikembangkan dengan dukungan pemerintah
daerah dan berbagai pihak. “Kami telah melakukan peremajaan kepengurusan
dengan formasi terbaik. Dengan melibatkan berbagai instansi, organisasi ini
akan berjalan secara otomatis,” katanya.


Lebih jauh, Safriati menuturkan impian untuk memperluas jangkauan produk
kerajinan Aceh. “Kami ingin galeri ini tidak hanya ada di sini, tapi juga di
bandara, pusat perbelanjaan besar, bahkan hotel-hotel. Bisa saja ada aturan
yang mewajibkan hotel dan rumah makan di Aceh menggunakan taplak meja dan
runner buatan pengrajin lokal,” ujarnya.





Saat ini, Dekranasda Aceh memiliki dua unit usaha, yaitu rumah batik dan
galeri. Safriati pun berharap agar dinas-dinas pemerintahan mulai memesan
batik dari Dekranasda guna mendukung pengrajin lokal. “Belanja di sini berarti
ikut membesarkan pengrajin Aceh,” pungkasnya.


Dengan berbagai langkah strategis ini, Galeri Seuramoe Dekranasda Aceh
diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan industri kreatif di Aceh, sekaligus
mendukung kebangkitan UMKM dan pengrajin lokal di tingkat nasional maupun
internasional.[]