![]() |
Situasi kebakaran yang melahap tiga unit ruko dan satu rumah di Jalan Manekro, Meulaboh, Aceh Barat, Jum’at (7/2/2025). (Foto: Koran Aceh/Muhibbul Jamil). |
Kebakaran hebat terjadi di Meulaboh, Kecamatan Johan Pahlawan, saat menjelang
Shalat Jumat. Api melalap tiga unit ruko dan satu rumah.
Meulaboh – Musibah kebakaran kembali melanda kawasan padat penduduk di
Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Api melahap tiga unit ruko dan satu rumah di
Jalan Manekro, Kecamatan Johan Pahlawan, pada Jumat, 7 Februari 2025, sekitar
pukul 11.40 WIB, tepat sebelum waktu Shalat Jumat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, T.
Ronald Nehdiansyah, mengatakan bahwa pihaknya segera mengerahkan lima unit
mobil pemadam kebakaran (Damkar) setelah menerima laporan kejadian tersebut.
Baca Juga:
Gabungan Petugas dan Masyarakat Berjuang Memadamkan Kebakaran Hutan di Aceh
Barat
“Begitu mendapat informasi, kami langsung menurunkan lima unit mobil pemadam
ke lokasi untuk mengendalikan api. Kebakaran terjadi di kawasan padat
penduduk, sehingga pemadaman harus dilakukan dengan cepat agar api tidak
merembet ke bangunan lain,” ujar Ronald, kepada
wartawan koranaceh.net.
Setibanya di lokasi, petugas pemadam yang dibantu oleh tim SAR, Satpol-PP,
TNI/Polri, serta warga sekitar langsung berjibaku untuk menjinakkan api.
Kobaran api sudah membesar saat petugas tiba, namun berkat kerja sama yang
sigap, api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 20 menit. Meski demikian,
tiga unit ruko beserta satu rumah di belakangnya ludes terbakar.
Baca Juga:
Pelajaran dari Kebakaran di Amerika
“Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, kerugian sementara ditaksir
mencapai ratusan juta rupiah karena seluruh barang dagangan di dalam toko
serta isi rumah korban ikut hangus terbakar,” jelas Ronald.
Terkait penyebab kebakaran, Ronald menyebut dugaan awal mengarah pada
korsleting listrik yang berasal dari salah satu toko. Meski begitu, kepastian
penyebab kebakaran serta total kerugian masih dalam proses penyelidikan pihak
berwenang.[Muhibbul Jamil]







