Banda Aceh | KoranAceh.net – Pagi itu, suasana Taman Bustanussalatin atau yang lebih dikenal sebagai Taman Sari tampak berbeda dari biasanya. Warga mulai berdatangan sejak awal, membawa harapan sederhana: mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Di tengah keramaian tersebut, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, secara resmi membuka kegiatan gerakan pangan murah, Sabtu, 11 April 2026. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 TNI Angkatan Udara yang jatuh pada 9 April, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun ke-821 Kota Banda Aceh.
Bagi masyarakat, kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Gerakan pangan murah menjadi solusi nyata di tengah kebutuhan pokok yang terus meningkat. Paket sembako yang disediakan dijual dengan harga lebih rendah berkat subsidi dari berbagai pihak.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, dan TNI Angkatan Udara yang digelar serentak di seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Illiza menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Pemerintah Kota Banda Aceh memberikan subsidi sebesar Rp20.000 per paket, sementara TNI AU menambahkan Rp75.000 per paket,” ujarnya.
Dengan total 1.000 paket pangan murah yang disediakan, program ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat, khususnya di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan sebagian warga.
Lebih dari sekadar distribusi sembako, kegiatan ini juga menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah, instansi nasional, dan TNI dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat.
Di Taman Sari hari itu, antrean warga bukan hanya mencerminkan kebutuhan, tetapi juga harapan—bahwa kehadiran negara benar-benar dirasakan hingga ke tingkat paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.[]







