Banda Aceh | KoranAceh.net – Di bawah langit cerah Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, langkah-langkah kecil penuh harapan tampak berderap pasti. Sebanyak 15 siswa terbaik dari 19 SMP negeri di Kota Banda Aceh berdiri tegap, membawa satu hal yang sama: mimpi besar untuk masa depan.
Minggu, 12 April 2026, menjadi momen penting bagi mereka. Di hari itu, para pelajar terpilih resmi diberangkatkan untuk mengikuti Program Siswa Berkarya bertajuk Inspirasi Karakter Organisasi Nasional (IKON), sebuah inisiatif pendidikan dari Sampoerna Foundation yang berfokus pada pembentukan karakter generasi muda.
Prosesi pelepasan dilakukan langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, yang hadir memberikan semangat sekaligus harapan besar kepada para peserta.
Dalam suasana haru dan bangga, Illiza menyampaikan pesan yang tak sekadar seremoni. Ia mengingatkan bahwa kesempatan ini bukan hanya tentang perjalanan, tetapi tentang bagaimana para siswa mampu membentuk jati diri sebagai calon pemimpin masa depan.
“Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Kalian adalah representasi Banda Aceh. Tunjukkan karakter, disiplin, dan semangat belajar yang tinggi,” pesannya.
Program IKON bukan sekadar kegiatan pelatihan biasa. Di dalamnya, para siswa akan menjalani pembinaan intensif yang dirancang untuk mengasah kepemimpinan, memperkuat karakter, serta meningkatkan kemampuan kolaborasi. Mereka juga akan belajar menghadapi tantangan nyata, membangun jejaring, dan memperluas wawasan di tingkat nasional.
Tak sendiri, para siswa ini turut didampingi oleh tiga guru pembimbing terpilih yang telah melewati proses seleksi ketat. Kehadiran para guru menjadi pilar penting dalam memastikan proses pembelajaran berjalan optimal sekaligus memberi dukungan moral bagi para peserta.
Bagi Banda Aceh, pengiriman siswa ke program ini bukan sekadar agenda rutin. Ini adalah investasi jangka panjang. Dari ruang-ruang kelas sederhana di kota Serambi Mekkah, lahir generasi yang dipersiapkan untuk menjawab tantangan zaman.
Di tengah derasnya perubahan global, karakter menjadi fondasi utama. Dan dari Bandara Sultan Iskandar Muda hari itu, sebuah perjalanan dimulai—perjalanan yang mungkin akan membawa nama Banda Aceh lebih jauh, melalui karya dan kepemimpinan generasi mudanya.[]







