Pangdam IM yang baru temui Wali Nanggroe Aceh, tegaskan komitmen TNI untuk bersinergi jaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan daerah.
koranaceh.net | Aceh Besar – Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) yang baru, Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, bertemu dengan Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haythar, di Meuligoe Wali Nanggroe, Aceh Besar, Senin, 15 September 2025.
Dalam pertemuan perdananya, Pangdam menegaskan komitmen TNI untuk menjaga stabilitas keamanan dan bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat di Aceh.
“TNI akan senantiasa hadir untuk rakyat. Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah, para ulama, tokoh adat dan seluruh komponen bangsa dalam menjaga kedamaian Aceh,” kata Mayjen TNI Joko Hadi Susilo seperti dikutip dari Antara, pada Selasa, 16 September 2025.
Kunjungan tersebut merupakan silaturahmi resmi pertama Joko Hadi Susilo sebagai Pangdam IM kepada pimpinan lembaga adat Aceh. Pertemuan ini menjadi forum bagi kedua pimpinan untuk membahas pentingnya kerja sama dalam menjaga perdamaian dan mendukung program pembangunan daerah.
Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haythar, menyambut baik kunjungan tersebut dan menekankan pentingnya sinergi yang solid antar seluruh unsur di Aceh. Menurutnya, kerja sama antara TNI, pemerintah, dan lembaga adat merupakan kunci untuk menciptakan suasana yang kondusif.
“Kerja sama yang solid antar seluruh unsur akan semakin memperkuat persatuan. Kami berharap jalinan hubungan ini terus terjaga demi kemaslahatan masyarakat Aceh,” ujar Malik Mahmud.
Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa kepemimpinan Pangdam IM yang baru dapat membawa energi positif bagi keamanan dan kesejahteraan rakyat Aceh.
Menanggapi hal itu, Pangdam Joko Hadi Susilo menyatakan bahwa sinergi antara Kodam IM dan Lembaga Wali Nanggroe diharapkan dapat memperkuat persatuan sekaligus menjaga nilai-nilai luhur yang menjadi jati diri masyarakat Aceh. [*]







