EkbisNasionalNews

Produksi Beras Nasional Melonjak 12 Persen, BPS Proyeksikan Surplus 3,37 Juta Ton

×

Produksi Beras Nasional Melonjak 12 Persen, BPS Proyeksikan Surplus 3,37 Juta Ton

Sebarkan artikel ini

Ilustrasi beras. (Foto: Ist).

Produksi beras nasional hingga Oktober 2025 diproyeksi surplus 3,37 juta ton, naik 12,16 persen dari tahun lalu.

koranaceh.net | Jakarta – Produksi beras nasional hingga Oktober 2025 diproyeksikan mencapai 31,04 juta ton. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 3,37 juta ton atau 12,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Kenaikan produksi ini didorong oleh peningkatan luas panen padi yang mencapai 1,09 juta hektare secara nasional.

(Foto: Tangkapan layar bahan tayang BPS).

Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Berita Resmi Statistik yang dirilis 1 September 2025, memaparkan data kenaikan produksi ini berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) per Juli 2025. Data tersebut menunjukkan tren positif yang konsisten sepanjang tahun.

Pada bulan Juli 2025 saja, produksi beras untuk konsumsi pangan tercatat mencapai 2,77 juta ton. Jumlah ini melonjak 35,01 persen jika dibandingkan dengan produksi pada Juli 2024 yang hanya sebesar 2,05 juta ton.

(Foto: Tangkapan layar bahan tayang BPS).

Peningkatan produksi ini berbanding lurus dengan realisasi luas panen. BPS mencatat, luas panen padi pada Juli 2025 mencapai 0,94 juta hektare, naik 33,20 persen dari 0,70 juta hektare pada Juli tahun sebelumnya. Total luas panen dari Januari hingga Oktober 2025 diperkirakan mencapai 10,22 juta hektare.

Secara keseluruhan, total produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) dari Januari hingga Oktober 2025 diproyeksikan sebesar 64,38 juta ton. Angka ini naik 12,16 persen dari 57,40 juta ton GKP pada periode yang sama tahun 2024.

BPS juga merilis data potensi produksi untuk tiga bulan ke depan. Berdasarkan amatan fase tumbuh padi, potensi produksi sepanjang Agustus hingga Oktober 2025 diperkirakan mencapai 18,86 juta ton GKP, atau setara dengan 9,11 juta ton beras.

(Foto: Tangkapan layar bahan tayang BPS).

Secara geografis, produksi padi nasional masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Tiga provinsi dengan total produksi padi (GKP) tertinggi sepanjang Januari–Oktober 2025 secara berurutan adalah Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Sebaliknya, tiga provinsi dengan produksi padi terendah adalah Kepulauan Riau, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya. Data ini menunjukkan disparitas produktivitas pertanian antar wilayah di Indonesia.