![]() |
| Waspada Cuaca Ekstrem di Aceh. BMKG memprakirakan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang pada 18-19 September 2025, terutama di wilayah pesisir timur. (Foto: Ilustrasi/tirto.id). |
BMKG perkirakan hujan lebat disertai petir landa pesisir timur Aceh 18-19 September. Warga diimbau waspada gelombang laut sedang dan 7 titik panas.
koranaceh.net | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Aceh mengeluarkan peringatan cuaca untuk periode 18-19 September 2025. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang disertai kilat, petir, dan angin kencang diprediksi akan melanda sejumlah wilayah di Aceh, terutama di kawasan pesisir timur.
Prakirawan BMKG Aceh, Betsi, dalam keterangannya yang dilansir dari Radio Republik Indonesia (RRI) pada Rabu, 17 September 2025, meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi perubahan cuaca yang dinamis.
“Potensi hujan terfokus di wilayah pesisir timur Aceh, meliputi wilayah Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara. Sebagian wilayah tengah Aceh juga berpotensi hujan, seperti Gayo Lues dan Aceh Tengah,” ungkap Betsi.
BMKG menjelaskan, sejumlah fenomena atmosfer menjadi pemicu utama terbentuknya awan hujan di Aceh. Faktor-faktor tersebut mencakup aktifnya Dipole Mode Negatif di barat Indonesia, adanya daerah belokan angin (konvergensi), serta suhu muka laut yang hangat di perairan Aceh yang meningkatkan penguapan.
Selain potensi hujan di darat, BMKG juga mengeluarkan peringatan untuk sektor maritim. Kecepatan angin yang bertiup dari timur hingga barat daya dengan kecepatan 2-15 knot berpotensi meningkatkan ketinggian gelombang laut.
Gelombang dengan kategori sedang, berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter, berpeluang terjadi di perairan Sabang-Banda Aceh, perairan barat-selatan dari Aceh Besar hingga Simeulue, serta perairan Aceh Singkil dan Kepulauan Banyak.
Di tengah peringatan potensi hujan, BMKG juga melaporkan adanya tujuh titik panas (hotspot) yang terdeteksi di Aceh dalam 24 jam terakhir. Sebaran titik panas tersebut terpantau di Kabupaten Aceh Besar (4 titik), serta masing-masing satu titik di Aceh Barat, Pidie, dan Aceh Selatan.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal-kanal resmi BMKG guna mengantisipasi dampak yang mungkin ditimbulkan, baik di darat maupun di laut. [*]







