NasionalPemerintahanUtama

Menkeu Purbaya: Program Makan Bergizi Gratis Tak Akan Dihapus, Anggaran Dipangkas Demi Efisiensi

×

Menkeu Purbaya: Program Makan Bergizi Gratis Tak Akan Dihapus, Anggaran Dipangkas Demi Efisiensi

Sebarkan artikel ini

KoranAceh.net – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bahwa Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program unggulan Presiden Prabowo Subianto, sehingga tidak bisa dihapus.

Namun, Purbaya menyebut bahwa program tersebut akan terus dilakukan perbaikan dalam pelaksanaan di lapangan.

Ia juga mengakui bahwa program tersebut masih ada kekurangan, sehingga efisiensi pun dilakukan terhadap program di bawah naungan Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut.

“MBG program unggulan Bapak Presiden, kita enggak bisa hapus. Tapi yang paling kita jalankan adalah membuat itu lebih efisien karena MBG itu juga program yang bagus sebetulnya,” Purbaya saat menjadi bintang tamu di podcast Denny Sumargo, dikutip pada Jumat, 3 Juli 2026.

“Jadi, dengan itu, orang yang susah bisa terbantu. Hanya saja pelaksanaannya banyak bolongnya kemarin, sekarang sedang diperbaiki,” lanjutnya.

Menkeu Purbaya: Program Pertama Pasti Banyak Bolongnya

Purbaya juga menyebut perbaikan yang dilakukan dalam pelaksanaan MBG, salah satunya dengan efisiensi.

“Tadinya kita alokasikan Rp330 triliun, turun ke Rp270 triliun, nanti mungkin turun lagi ke level yang lebih rendah lagi dari itu. Jadi, akan dilakukan efisiensi yang besar-besaran, itu perintah Bapak Presiden,” ucap Purbaya.

“Enggak usah takut. Program pertama pasti banyak bolongnya. Dulu juga yang berani datang ke BGN cuma saya, yang lain enggak berani, Itu pun ketika saya datang ke sana, pada ribut,” tambahnya.

‘Mata-mata’ Kemenkeu Awasi SPPG

Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa pengawasan juga dilakukan kepada setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk MBG.

“Sekarang saya buat di daerah-daerah DJPb, untuk perbendaharaan negara, untuk mengawasi SPPG secara reguler,” ungkap Purbaya.

“Nanti, mereka laporan ke saya dan yang jelek-jelek saya laporkan ke BGN untuk diambil tindakan. Nah, kalau saat seperti itu tidak diambil tindakan, baru saya bisa potong anggarannya,” jelasnya.

Purbaya, menegaskan bahwa program MBG masih baru, sehingga masih memiliki kelemahan untuk selanjutnya diperbaiki.

“Jadi, enggak apa-apa. Itu program yang bagus, kita jalankan ke depan, yang penting pelaksanaannya lebih ketat, lebih dimonitor,” sambungnya.

“Sekarang kami sudah akan monitor dan Kepala BGN yang baru setuju minta Keuangan ikut monitor,” imbuhnya.

Purbaya lantas mencontohkan tentang pengawasan yang dilakukan kini membuat BGN mengalami perombakan besar.

“BGN kan diobrak-abrik dan dilakukan penghematan besar-besaran. Dalam beberapa bulan ke depan, anggaran tahun depan juga akan kita turunkan dan awasin dengan kerja sama Kementerian Keuangan,” tandasnya.

Sementara itu, pelaksanaan MBG di tahun 2027 dianggarkan oleh Kementerian Keuangan dan Bappenas sebanyak Rp270 triliun.

Alokasi tersebut berkurang seiring dengan rencana refocusing atau memfokuskan target penerima manfaat program MBG.[]