Banda Aceh | KoranAceh.net — Pemerintah Aceh kembali melakukan penguatan struktur birokrasi dalam rangka percepatan pembangunan ekonomi daerah.
Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, resmi melantik Reza Ferdian sebagai Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Aceh dalam prosesi pelantikan pejabat eselon II di Anjong Mon Mata, Pendopo Gubernur Aceh, Jumat malam (27/2).
Pelantikan ini bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan bagian dari langkah strategis Pemerintah Aceh dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di Tanah Rencong.
Di tengah tantangan global dan dinamika ekonomi nasional, sektor koperasi dan UMKM dinilai menjadi pilar utama dalam menjaga daya tahan ekonomi masyarakat.
Dari Perencana Ekonomi ke Motor Penggerak UMKM
Sebelum dipercaya memimpin Diskop UKM Aceh, Reza Ferdian menjabat sebagai Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Ekonomi dan Sumber Daya Alam pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Aceh (Bappeda Aceh).
Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam merumuskan kebijakan pengembangan koperasi dan UMKM secara terintegrasi.
Latar belakang perencanaan pembangunan memberi Reza perspektif makro—mulai dari pemetaan potensi ekonomi daerah, hilirisasi komoditas unggulan, hingga sinkronisasi program lintas sektor.
Dengan pendekatan berbasis data dan perencanaan jangka menengah, Diskop UKM Aceh diharapkan tak lagi sekadar menjalankan program rutin, tetapi mampu menghadirkan lompatan kebijakan yang berdampak langsung ke pelaku usaha kecil.
Revitalisasi Koperasi Desa: Momentum Strategis
Kepemimpinan baru ini hadir di saat yang krusial, seiring bergulirnya program nasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Program ini diarahkan untuk merevitalisasi koperasi desa dan kelurahan menjadi lembaga ekonomi modern, profesional, transparan, serta multifungsi.
Bagi Aceh, yang memiliki struktur sosial kuat berbasis gampong, koperasi desa berpotensi menjadi pusat distribusi, produksi, hingga pembiayaan mikro berbasis komunitas.
Revitalisasi koperasi bukan hanya soal administrasi kelembagaan, tetapi transformasi model bisnis—dari koperasi konvensional menuju koperasi digital dan berbasis rantai pasok.
Dalam konteks visi–misi pemerintahan Mualem–Dek Fadh, penguatan koperasi desa menjadi instrumen penting untuk:
- Memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM,
- Mendorong legalitas dan formalitas usaha mikro,
- Memperkuat ketahanan ekonomi lokal,
- Mengurangi ketergantungan pada distribusi dari luar daerah.
Ekosistem Usaha Inklusif hingga Akar Rumput
Sektor UMKM di Aceh selama ini menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, namun masih menghadapi persoalan klasik: keterbatasan modal, akses pasar, literasi digital, hingga kualitas manajemen usaha. Tantangan tersebut membutuhkan kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif.
Dengan pengalaman perencanaan yang dimiliki, Reza Ferdian dituntut membangun ekosistem usaha rakyat yang inklusif dan berkelanjutan—mulai dari pembinaan, fasilitasi sertifikasi halal dan legalitas usaha, digitalisasi pemasaran, hingga integrasi dengan program pemberdayaan desa.
Harapannya, Diskop UKM Aceh tidak hanya menjadi regulator, tetapi juga fasilitator dan akselerator ekonomi rakyat.
Di era pemerintahan Mualem–Dek Fadh, sektor koperasi dan UMKM diharapkan benar-benar menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang menyentuh langsung masyarakat bawah.
Pelantikan ini pun menjadi penanda babak baru bagi penguatan ekonomi kerakyatan di Aceh—di mana koperasi dan UMKM bukan sekadar slogan, melainkan strategi nyata menuju kemandirian ekonomi daerah.[]







