AcehUtama

Menjelang Lebaran, Kekhawatiran Harga Bahan Pokok Kembali Mengemuka di Banda Aceh

×

Menjelang Lebaran, Kekhawatiran Harga Bahan Pokok Kembali Mengemuka di Banda Aceh

Sebarkan artikel ini

BANDA ACEH – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, denyut aktivitas pasar tradisional di Banda Aceh mulai terasa semakin ramai.

Masyarakat berbondong-bondong membeli kebutuhan pokok untuk persiapan Ramadan dan lebaran. Mulai dari beras, minyak goreng, gula, telur, hingga kebutuhan dapur lainnya mengalami peningkatan permintaan.

Namun di balik meningkatnya aktivitas ekonomi tersebut, muncul kekhawatiran lama yang hampir selalu hadir setiap tahun: lonjakan harga bahan pokok.

Situasi itu mendapat perhatian dari Anggota Komisi I DPRK Banda Aceh, Ismawardi, yang meminta Pemerintah Kota Banda Aceh segera mengambil langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga.

Salah satu langkah yang didorong adalah pelaksanaan pasar murah di sejumlah titik strategis.

“Pemerintah perlu mengantisipasi sejak awal karena menjelang lebaran permintaan bahan pokok biasanya meningkat. Jika tidak dikendalikan, harga bisa melonjak dan tentu memberatkan masyarakat,” ujarnya, Jumat.

Ketika Ramadan Selalu Identik dengan Kenaikan Harga

Di banyak daerah, Ramadan dan Idul Fitri hampir selalu diiringi kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.

Peningkatan konsumsi masyarakat membuat permintaan melonjak dalam waktu singkat.

Di sisi lain, distribusi barang yang tidak stabil atau stok yang terbatas dapat memicu kenaikan harga di pasar.

Bagi masyarakat menengah ke bawah, kondisi tersebut sering kali menjadi beban tambahan di tengah kebutuhan rumah tangga yang juga meningkat selama Ramadan.

Karena itu, menurut Ismawardi, pemerintah perlu bergerak lebih awal sebelum lonjakan harga terjadi lebih luas.

Pasar Murah Sebagai Penyangga

Salah satu solusi yang dinilai efektif adalah pelaksanaan pasar murah.

Program ini memungkinkan masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibanding harga pasar.

Selain membantu warga, pasar murah juga dinilai dapat menjadi instrumen untuk menekan kenaikan harga agar tetap terkendali.

“Pasar murah perlu disiapkan sejak sekarang dan dilaksanakan di sejumlah titik agar masyarakat dapat lebih mudah memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah,” kata Ismawardi.

Menurutnya, lokasi pasar murah harus dipilih secara strategis agar mudah dijangkau masyarakat dari berbagai wilayah di Banda Aceh.

Stabilitas Harga dan Peran Pemerintah

Dalam situasi seperti ini, pemerintah daerah dinilai memiliki peran penting untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan bahan pokok tetap aman.

Ismawardi meminta Pemerintah Kota Banda Aceh melakukan pemantauan rutin terhadap perkembangan harga di pasar tradisional.

Selain itu, koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha juga dianggap penting untuk memastikan distribusi barang berjalan lancar dan tidak terjadi kelangkaan.

Sebab dalam banyak kasus, lonjakan harga tidak hanya dipicu tingginya permintaan, tetapi juga terganggunya rantai distribusi barang.

Menjaga Daya Beli Masyarakat

Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, kenaikan harga bahan pokok dapat berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.

Bagi keluarga dengan penghasilan terbatas, perubahan harga beberapa ribu rupiah saja bisa sangat terasa dalam pengeluaran rumah tangga.

Karena itu, upaya menjaga harga tetap stabil menjadi bagian penting dalam menjaga ketenangan masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri.

Ismawardi berharap pemerintah daerah dapat bergerak cepat agar masyarakat tidak terbebani lonjakan harga saat menjalani ibadah Ramadan dan menyambut hari raya.

“Harapannya masyarakat dapat menjalani Ramadan hingga Idul Fitri dengan lebih tenang tanpa dibebani kenaikan harga kebutuhan pokok,” ujarnya.

Di Banda Aceh, Ramadan memang selalu membawa suasana yang lebih hidup di pasar-pasar tradisional.

Namun di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat, stabilitas harga tetap menjadi hal penting agar suasana lebaran tidak berubah menjadi beban ekonomi bagi warga kecil.[]