BANDA ACEH | KoranAceh.net – Jagat media sosial sempat dihebohkan dengan kabar memilukan tentang seorang ibu yang disebut menelepon polisi karena kelaparan, Jumat malam (24/4/2026). Informasi tersebut dengan cepat menyebar dan memicu keprihatinan publik.
Kabar itu bahkan sampai ke Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, yang langsung merespons dengan turun ke lokasi keesokan harinya, Sabtu (25/4/2026).
Didampingi aparat kepolisian, camat, babinsa, keuchik, dan kepala dusun, Irwansyah mendatangi rumah perempuan bernama Wardiah yang disebut dalam narasi tersebut.
Namun, fakta di lapangan mengungkap cerita yang berbeda.
Rumah Wardiah berada di kawasan perbatasan, dan setelah ditelusuri, wilayah tersebut secara administratif ternyata masuk Kabupaten Aceh Besar, bukan Kota Banda Aceh seperti yang sebelumnya diberitakan.
Wardiah diketahui tinggal bersama anaknya di sebuah shelter kayu peninggalan pascatsunami, dengan kondisi bangunan sederhana dan memprihatinkan.
Bukan Karena Kelaparan, Tapi Ketakutan
Dari hasil pertemuan langsung, terungkap bahwa Wardiah memang sempat menghubungi call center polisi. Namun, bukan semata-mata karena kelaparan.
Ia mengaku ketakutan karena suaminya berencana datang ke rumahnya. Selama ini, Wardiah diketahui memiliki riwayat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang membuatnya trauma.
“Saya menelpon polisi bukan karena lapar, tapi karena takut suami datang. Tapi memang saat itu saya belum makan karena baru pulang dari rumah sakit,” ujar Wardiah.
Saat aparat kepolisian tiba di lokasi, kondisi Wardiah dan anaknya memang sedang lapar karena belum sempat memasak setelah kembali dari perawatan medis.
Pihak kepolisian pun langsung memberikan bantuan makanan.
Respons Cepat Aparat
Irwansyah mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian, mulai dari Polresta hingga Polsek, dalam merespons laporan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kondisi yang dialami Wardiah bukanlah kelaparan berkepanjangan, melainkan situasi darurat akibat ketakutan dan kondisi kesehatan.
“Ini bukan kelaparan dalam arti tidak punya akses makanan, tetapi belum makan karena kondisi tertentu,” jelasnya.
Perlu Solusi Jangka Panjang
Irwansyah juga menyoroti pentingnya pendataan warga, terutama bagi mereka yang sering berpindah tempat tinggal tanpa melapor.
Wardiah diketahui memiliki KTP Aceh Jaya, namun tidak terdata secara baik di wilayah tempat tinggalnya saat ini.
Ia meminta perangkat gampong untuk segera melakukan pendataan dan mengupayakan bantuan dari Dinas Sosial maupun Baitul Mal agar kebutuhan Wardiah dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Dalam kunjungan tersebut, Irwansyah turut menyerahkan bantuan berupa beras, sembako, dan lauk untuk kebutuhan jangka pendek.
Imbauan untuk Masyarakat
Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial, terutama terhadap korban KDRT dan warga dengan kondisi ekonomi lemah.
Selain itu, warga yang berpindah domisili diimbau untuk melapor kepada aparat gampong agar memudahkan penanganan jika terjadi kondisi darurat.

