AcehNewsUtama

TNI Bangun Jembatan Gantung di Kampung Reje Payung, Safrizal Beri Apresiasi

×

TNI Bangun Jembatan Gantung di Kampung Reje Payung, Safrizal Beri Apresiasi

Sebarkan artikel ini

Takengon—TNI dari Kodim 0106/Aceh Tengah, saat ini sedang membangun jembatan gantung di Kampung Reje Payung, Kecamatan Linge, Aceh Tengah. Kepala Posko Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh, Dr. Safrizal ZA memberikan apresiasi.

Sabtu (25/7/2026) aparat TNI dari satuan Kodim 0106/Aceh Tengah, masih terus berjibaku di lapangan. Di atas bentang Sungai Jamboaye, para personel TNI bekerja serius. Mereka tidak peduli teriknya matahari. Mereka harus berburu dengan waktu, demi mempercepat selesainya jembatan gantung yang diberi nama Jembatan Perintis Garuda Tahap III di wilayah kerja Komando Distrik Militer 0106/Aceh Tengah.

Para personel TNI dengan tugas masing-masing, bekerja di atas bangunan jembatan gantung yang sedang dikerjakan di atas bentang sungai yang lebarnya 90 meter dan kedalaman waktu normal sekitar satu meter. Pembangunan jembatan itu sudah dimulai sejak 6 April 2026.

Personel TNI terus mempercepat pembangunan Jembatan Perintis Garuda III di Kampung Reje Payung, Linge. Safrizal mengapresiasi kolaborasi lintas sektor demi mempercepat pemulihan pascabencana Aceh.

Panjang jembatan yang dibangun itu 110 meter dan lebar 1,2 meter. Pembangunannya dimulai sejak 6 April 2026. Demikian laporan yang diterima Posko Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR).

“Jembatan ini mampu menampung beban maksimal satu ton. Alhamdulillah, pengerjaannya telah mencapai 82,54 persen,” terang seorang petugas.

Jembatan Perintis Garuda III Kodim 010/Aceh Tengah, merupakan jalur transportasi yang menghubungkan antara Kampung Reje Payung-Kampung Jamat di Kecamatan Linge.

Pembangunan jembatan perintis tersebut melibatkan 3 personel Koramil 05/Linge, 12 personel Batalyon Teritorial Pembangunan 854/Dharma Kersaka (Yon TP 854/DK) yang bermarkas induk di Pameu, Aceh Tengah, 1 personel asistensi dari Zeni Kodam (Engineering Division) Iskandar Muda, dan tiga masyarakat setempat.

Pembangunan jembatan sepanjang 110 meter yang telah mencapai progres 82,54 persen ini diharapkan segera memulihkan akses transportasi dan aktivitas masyarakat pascabencana. Foto: Dok. Kodim 0106/Aceh Tengah

Pada Sabtu, 25 Juli 2026, pembangunannya telah memasuki tahapan pemasangan papan lantai dan pengencangan tiang hanger.
Secara terpisah, Kepala Posko Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Dr. Safrizal ZA, memberikan apresiasi kepada aparat TNI yang terus bekerja membantu penanggulangan pascabencana di Aceh. Kehadiran aparat TNI di lapangan, merupakan salah satu bentuk partisipasi dan kolaborasi lintas kementerian/lembaga.

“TNI, Polri, kementerian/lembaga, elemen sipil, donatur swasta, semuanya telah, sedang dan terus bekerja sama memberikan sumbangsih tenaga dan pikiran untuk percepatan pemulihan di Aceh. Saya memberikan apresiasi kepada semuanya, termasuk teman-teman yang sedang membangun jembatan perintis Garuda di Linge,” kata Safrizal.

Pria ramah yang juga Dirjen Bina Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri tersebut, juga mengucapkan terima kasih kepada warga tempatan yang sejak bencana hingga hari ini, ikut berjibaku bersama pemerintah, dalam mempermudah berbagai urusan penanggulangan pascabencana.

Melihat progres pembangunannya, kata Safrizal, tidak lama lagi jembatan perintis tersebut akan selesai. Dengan demikian, jalur transportasi tersebut akan fungsional, dan warga dapat kembali beraktivitas secara normal.

Demikian juga siswa SDN 10 Linge yang saat ini terbagi dalam dua kelompok belajar—di sekolah induk dan tenda darurat di seberang sungai-akan segera dapat kembali disatukan.

“Mari kita berdoa kepada Allah supaya mempermudah segala urusan. Terima kasih kepada para personel TNI yang sedang bekerja keras mempercepat selesainya jembatan tersebut,” imbuhnya.(*)