Ekbis

Akses Rusip Antara Dibuka Bertahap, Sejumlah Jalan Aceh Tengah Masih Putus

×

Akses Rusip Antara Dibuka Bertahap, Sejumlah Jalan Aceh Tengah Masih Putus

Sebarkan artikel ini
Warga berdiri di jalur alternatif pada akses jalan penghubung Kecamatan Silih Nara–Kecamatan Celala, Aceh Tengah, yang terhubung ke Kabupaten Nagan Raya melalui Jembatan Skep (Totor Skep), Jumat (26/12/2025). Jalur darurat ini dibuka setelah badan jalan lama terputus akibat bencana. (Foto: Dok. Pemkab Aceh Tengah).
Warga berdiri di jalur alternatif pada akses jalan penghubung Kecamatan Silih Nara–Kecamatan Celala, Aceh Tengah, yang terhubung ke Kabupaten Nagan Raya melalui Jembatan Skep (Totor Skep), Jumat (26/12/2025). Jalur darurat ini dibuka setelah badan jalan lama terputus akibat bencana. (Foto: Dok. Pemkab Aceh Tengah).

Akses Rusip Antara mulai terbuka, namun sejumlah jalan di Aceh Tengah masih terputus. Pemulihan bertahap bergantung kondisi lapangan.

KoranAceh.Net | Aceh Tengah – Akses darat menuju pusat Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah, mulai dibuka bertahap setelah bencana memutus sejumlah ruas jalan. Hingga Jumat (26/12/2025), sebagian jalur sudah dapat dilalui terbatas, namun sejumlah titik masih belum tertembus dan pengerjaan lanjutan masih berlangsung.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah menargetkan kendaraan roda empat dapat menjangkau pusat Kecamatan Rusip Antara dalam dua hari ke depan. Target itu disampaikan Bupati Aceh Tengah Haili Yoga saat meninjau lokasi bersama perwakilan BNPB, Brigjen Mohammad Syech Ismed. Namun pemerintah mengakui capaian tersebut bergantung pada kondisi lapangan.

“Targetnya dua hari ke depan, tapi ini sangat bergantung pada titik jalan yang masih putus,” kata Haili Yoga dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (27/12/2025).

Menurut Haili, pembukaan akses menunjukkan perubahan dibanding hari sebelumnya, meski belum merata. Jalan ke arah Pameu, kata dia, mulai dapat dilewati kendaraan roda dua dan sebagian roda empat. “Ke arah Pameu sudah bisa dilewati roda dua dan sebagian roda empat, walaupun belum sempurna,” ujarnya.

Meski demikian, akses menuju pusat Kecamatan Rusip Antara belum sepenuhnya pulih. Sejumlah segmen jalan masih tertutup material longsor dan membutuhkan penanganan lanjutan. Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menyebut fokus pekerjaan masih diarahkan ke titik-titik kritis. “Beberapa segmen masih tertutup material longsor dan itu yang sedang kami kejar,” kata Haili.

Penanganan teknis di lapangan dilakukan oleh satuan kerja jalan nasional. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.2 Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 3 Provinsi Aceh, Chandra Irawan, mengatakan alat berat telah dikerahkan untuk membuka badan jalan. “Kami kerahkan satu unit ekskavator dan satu bulldozer untuk membersihkan material longsoran yang menutup badan jalan,” kata Chandra.

Ia menyebut pekerjaan pembukaan akses telah berlangsung hampir satu bulan, dimulai dari ruas Gempang–Pameu, Pameu–Genting Gerbang, hingga Genting Gerbang–Simpang Uning. Pemerintah menargetkan jalur tersebut dapat difungsikan sebelum akhir Desember 2025.

Salah satu perkembangan yang dicatat Pemkab Aceh Tengah adalah dibukanya kembali Jembatan Pelang atau Totor Pelang yang menghubungkan Kecamatan Silih Nara dengan Rusip Antara. Jembatan itu kini dapat dilalui kendaraan roda empat, setelah sebelumnya hanya bisa dilewati dengan bantuan sling dan kendaraan roda dua. “Hari ini Jembatan Pelang sudah bisa dilewati roda empat, meski belum semua desa terhubung,” kata Haili Yoga.

Brigjen Mohammad Syech Ismed menyatakan optimistis akses kendaraan akan terus membaik dalam waktu dekat. Menurut dia, jalur dari Jembatan Pelang menuju Pameu hingga Gempang sedang dikejar penyelesaiannya. “Insyaallah, satu sampai dua hari ke depan jalur kendaraan roda empat sudah bisa dilalui dengan kondisi seperti ini,” kata Ismed.

Di jalur lain, Pemkab Aceh Tengah mulai membuka akses darurat yang menghubungkan Kecamatan Silih Nara dan Kecamatan Celala. Ruas lama sebelumnya terputus akibat badan jalan amblas dan tergerus aliran sungai. Untuk sementara, pemerintah bersama masyarakat membuka jalur alternatif dengan memanfaatkan lahan warga. “Ini jalur darurat, bukan jalur permanen,” kata Haili Yoga.

Setelah empat hari pengerjaan, jalur alternatif tersebut kini dapat dilalui kendaraan roda empat dan kembali menghubungkan Silih Nara dengan Celala serta akses ke Kabupaten Nagan Raya. Namun pemerintah menegaskan jalur itu hanya bersifat sementara.

Hingga kini, pemulihan infrastruktur di Aceh Tengah masih berlangsung. Sejumlah akses memang mulai terbuka, tetapi pemerintah mengakui masih ada titik-titik jalan yang belum tembus dan memerlukan penyelesaian lanjutan dalam beberapa hari ke depan. []