NasionalPemerintahanTransportasi & KeamananUtama

Dasco Hubungi Presiden, Pemerintah Siapkan Rp4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta

×

Dasco Hubungi Presiden, Pemerintah Siapkan Rp4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta

Sebarkan artikel ini

JAKARTA | KoranAceh.net — Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, langsung menghubungi Presiden Prabowo Subianto pada Senin malam usai meninjau lokasi kecelakaan KRL Commuter Line dan Kereta Rel Diesel (KRD) di Stasiun Bekasi Timur.

Dalam komunikasi tersebut, Dasco menyampaikan kondisi korban serta aspirasi dari pemerintah daerah dan aparat terkait kebutuhan pembangunan jembatan layang (flyover) di perlintasan kereta api, termasuk minimnya fasilitas keselamatan seperti palang pintu.

Menurut Prasetyo, Presiden merespons cepat dengan langsung menjenguk korban di rumah sakit serta menyiapkan langkah perbaikan sarana perkeretaapian secara menyeluruh.

“Dari hasil komunikasi tersebut akhirnya Bapak Presiden langsung meninjau korban dan menyiapkan anggaran perbaikan sarana perkeretaapian,” ujar Prasetyo dalam keterangannya, Kamis (30/4).

Pemerintah disebut telah menyiapkan anggaran sekitar Rp4 triliun untuk memperbaiki sekitar 1.800 titik perlintasan kereta api di Pulau Jawa yang dinilai rawan kecelakaan.

Selain itu, Dasco juga mengusulkan percepatan pembangunan flyover Bulak Kapal di Bekasi yang sebelumnya terkendala anggaran. Usulan tersebut telah disampaikan kepada Presiden dan mendapat persetujuan.

Presiden Prabowo bahkan menyetujui Bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp200 miliar hingga Rp220 miliar dari total kebutuhan sekitar Rp250 miliar untuk pembangunan flyover tersebut, dengan target penyelesaian dalam empat hingga enam bulan.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, menyatakan pihaknya akan segera menyiapkan administrasi guna mempercepat realisasi proyek tersebut.

“Pak Dasco memastikan akan ada percepatan. Saya yakin kalau ada anggarannya, enam bulan harusnya bisa selesai,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden juga menegaskan bahwa perbaikan perlintasan kereta menjadi prioritas nasional, termasuk kemungkinan penambahan sistem pengamanan dan pos penjagaan di titik-titik rawan.

“Ini sangat penting dan perlu. Sudah puluhan tahun belum dilaksanakan, sekarang saatnya dilakukan,” kata Presiden.[]