Sebulan lebih pascabencana, 91.962 warga Aceh masih bertahan di 988 titik pengungsian. Posko mencatat dampak banjir dan longsor akhir 2025.
KoranAceh.Net | Banda Aceh – Lebih dari sebulan setelah banjir bandang dan longsor melanda Aceh, puluhan ribu warga belum beranjak dari pengungsian. Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh mencatat hingga hari ini 91.962 jiwa dari 24.426 kepala keluarga masih bertahan di lokasi pengungsian sejak bencana terjadi pada akhir November 2025.
Jumlah tersebut tersebar di 988 titik pengungsian di berbagai kabupaten dan kota terdampak. Data itu disampaikan Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, Murthalamuddin, dalam keterangan resminya pada Senin (19/1/2026).
Baca Juga :
Ia menuturkan, Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak yang masih bertahan. Di kabupaten ini, tercatat 33.261 jiwa atau 9.242 kepala keluarga tinggal di 210 titik pengungsian.
Kondisi serupa, jelas Murthalamuddin, masih terjadi di sejumlah daerah lain. Di Kabupaten Gayo Lues, sebanyak 18.944 jiwa dari 5.571 kepala keluarga tercatat bertahan di tujuh titik pengungsian. Pidie Jaya menyusul dengan 14.794 jiwa atau 4.037 kepala keluarga yang tersebar di 38 titik.
Sementara itu, Aceh Tamiang melaporkan 6.052 jiwa atau 707 kepala keluarga pengungsi yang tersebar di 513 titik. Aceh Tengah mencatat 5.306 jiwa dari 1.075 kepala keluarga di 61 titik pengungsian, sedangkan Bireuen menampung 4.897 jiwa atau 1.397 kepala keluarga di 59 titik.
“Pengungsian juga masih berlangsung di Aceh Timur dengan 3.862 jiwa dari 1.056 kepala keluarga di 53 titik, Nagan Raya 2.472 jiwa atau 817 kepala keluarga di enam titik, serta Bener Meriah dengan 2.116 jiwa di 39 titik pengungsian,” kata Murthalamuddin.
Ia menambahkan, Kabupaten Pidie masih mencatat 137 jiwa atau 30 kepala keluarga di dua titik pengungsian, sementara Kota Lhokseumawe melaporkan 119 jiwa dari 37 kepala keluarga.
Di luar pengungsian yang masih aktif, Posko mencatat dampak bencana berskala luas. Secara keseluruhan, banjir dan longsor di Aceh berdampak pada 2.584.067 jiwa atau 670.826 kepala keluarga di 18 kabupaten dan kota. Dalam peristiwa tersebut, tercatat 561 orang meninggal dunia dan 30 orang dilaporkan hilang.
Baca Juga :
Murthalamuddin menyebut tujuh daerah kini tidak lagi mencatat titik pengungsian, yakni Aceh Selatan, Subulussalam, Langsa, Aceh Barat, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, dan Aceh Besar. Namun, ia tidak merinci kondisi warga di wilayah tersebut setelah pengungsian ditutup.
Menurut dia, unsur pemerintah bersama pihak terkait masih menjalankan penanganan bagi pengungsi yang tersisa. Fokus diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar di lokasi pengungsian.
“Distribusi logistik, layanan dapur umum, serta koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar kebutuhan pengungsi dapat terlayani dengan baik,” ujar Murthalamuddin. []






