PolitikUtama

Presiden Prabowo: Negara Masih Mampu, Tak Perlu Status Bencana Nasional

×

Presiden Prabowo: Negara Masih Mampu, Tak Perlu Status Bencana Nasional

Sebarkan artikel ini
Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam ratas di Aceh Tamiang, Kamis (1/12/2025). (Foto: Tangkapan layar kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden).
Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam ratas di Aceh Tamiang, Kamis (1/12/2025). (Foto: Tangkapan layar kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden).

Presiden Prabowo menolak status bencana nasional. Ia menilai negara masih sanggup menangani dampak bencana.

KoranAceh.Net | Aceh Tamiang – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak akan menetapkan status darurat bencana nasional untuk musibah banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera. Menurutnya, kapasitas negara saat ini masih mumpuni untuk menangani dampak bencana secara mandiri.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas (ratas) yang digelar di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026). Pernyataan ini sekaligus menjawab desakan berbagai pihak yang mempersoalkan absennya status bencana nasional di tengah meluasnya dampak kerusakan di tiga provinsi, Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

“Masih ada yang mempersoalkan kenapa tidak bencana nasional. Masalahnya adalah kita punya 38 provinsi. Masalah ini berdampak di 3 provinsi, masih ada 35 provinsi lain,” kata Prabowo, dikutip KoranAceh.Net dari siaran di kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden.

Menurutnya, selama negara sanggup menghadapi skala bencana tersebut, penetapan status nasional belum diperlukan. “Jadi kalau sementara 3 provinsi ini, kita sebagai bangsa, sebagai negara, kita mampu menghadapi, ya kita tidak perlu menyatakan bencana nasional,” ucap Prabowo.

Meski menolak peningkatan status hukum bencana, Kepala Negara menampik tudingan bahwa pemerintah meremehkan situasi di lapangan. Ia menyebut penanganan bencana di Sumatera tetap menjadi prioritas serius dengan pengawasan langsung dari jajaran kabinet.

Sebagai bukti, Prabowo membeberkan pengerahan besar-besaran para menteri ke lokasi terdampak. Saat ini, tuturnya, terdapat 10 menteri yang berada di Aceh untuk memantau situasi secara langsung, dengan dua menteri berada di Aceh Utara. Pengerahan ini juga dilakukan di beberapa kabupaten di provinsi lain yang mengalami kendala serupa.

“Dan juga kita masih hadapi beberapa lagi kabupaten di beberapa provinsi lain yang juga ada masalaha,” jelasnya.

Prabowo memastikan pemerintah akan bekerja semaksimal mungkin dalam memberikan bantuan kepada warga terdampak. Ia mengklaim dukungan finansial untuk pemulihan daerah bencana sudah tersedia dalam jumlah yang cukup.

“Kita akan habis-habisan untuk membantu ya. Kita usah siapkan anggaran cukup besar untuk mengatasi ini,” pungkasnya. []