Danantara menargetkan serah terima 600 huntara untuk korban banjir dan longsor di Aceh Tamiang pada 8 Januari 2025, didanai CSR BUMN.
KoranAceh.Net | Aceh Tamiang – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menargetkan penyerahan 600 unit hunian sementara (Huntara) bagi korban bencana banjir dan longsor di Aceh Tamiang pada 8 Januari 2025. Pembangunan hunian itu disebut telah memasuki tahap akhir.
“Rumah Hunian Danantara ini akan kami serahterimakan pada 8 Januari sebanyak 600 unit,” ujar Chief Operating Officer Danantara Rosan Roeslani dalam rapat penanganan bencana di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2025).
Rosan menjelaskan, Huntara tersebut dibangun di atas lahan badan usaha milik negara (BUMN) PT Perkebunan Nusantara seluas 5,8 hektare. Lahan itu, menurut dia, masih memungkinkan diperluas hingga 13 hektare. Setiap unit hunian berukuran sekitar 22 meter persegi.
Hunian sementara itu dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, antara lain taman bermain, jaringan wifi, 14 dapur umum, 14 musala, serta 120 unit toilet dan kamar mandi. Fasilitas tersebut disiapkan untuk menunjang kebutuhan dasar penghuni selama masa tanggap darurat.
Pembangunan 600 unit di Aceh Tamiang merupakan tahap awal dari rencana lebih besar. Rosan menyebut Danantara menargetkan pembangunan total 15 ribu Huntara di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatera.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 ribu unit direncanakan dibangun di Aceh, 2 ribu unit di Sumatera Utara, dan 500 unit di Sumatera Barat. Target penyelesaian seluruh Huntara itu dipatok dalam waktu tiga bulan.
Selain huntara, Danantara juga ia laporkan tengah membangun hunian tetap (huntap) di lahan seluas sekitar 3 hektare yang lokasinya tidak jauh dari Aceh Tamiang. Namun, Rosan tidak merinci jumlah unit maupun jadwal penyelesaiannya.
Rosan menuturkan, seluruh pembangunan hunian tersebut dibiayai melalui dana corporate social responsibility (CSR) dari BUMN. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp1 triliun. “Dengan selesainya rumah dan juga bahan-bahan lain yang sudah kami berikan, nilainya sudah mencapai kurang lebih Rp655 miliar,” kata dia.
Pada hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi pembangunan 600 Huntara di Aceh Tamiang. Ia menyampaikan apresiasi atas percepatan pembangunan hunian tersebut. “Saya terima kasih sama Danantara yang telah melakukan pekerjaan yang saya lihat baik, ini membangun 600 hunian dalam waktu singkat itu suatu prestasi,” kata Prabowo. []







