Kementerian PU usulkan proyek SPAM Langkahan. Nilai investasi mencapai Rp48,17 Miliar dengan kapasitas 50 liter per detik.
KoranAceh.Net | Aceh Utara – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengusulkan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Langkahan baru di Kabupaten Aceh Utara dengan kapasitas 50 liter per detik. Proyek dengan nilai investasi mencapai Rp48,17 miliar ini bertujuan memperkuat layanan air minum yang saat ini telah melampaui kapasitas optimal.
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan bahwa pemulihan layanan air bersih merupakan kebutuhan paling mendasar, terutama pascabencana. “Air bersih adalah kebutuhan utama masyarakat. Kementerian PU berkomitmen memastikan layanan air bersih tetap tersedia agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal,” kata Dody dalam keterangannya, Sabtu (3/1/2026).
Kondisi infrastruktur air minum di Langkahan saat ini memang berada di titik nadir. SPAM eksisting berkapasitas 20 liter per detik di Desa Simpang Tiga dipaksa melayani sekitar 3.600 sambungan rumah. Padahal, secara teknis, kapasitas tersebut hanya dirancang untuk melayani 1.600 sambungan.
Direktur Air Minum Direktorat Jenderal Cipta Karya, Oscar R. H. Siagian, dalam tinjauan lapangan sebelumnya pada Oktober 2025 lalu, mengakui adanya beban operasional yang tinggi. “IPA Langkahan saat ini sudah bekerja di luar batas perencanaan,” ujar Oscar.
Ia menambahkan bahwa tantangan semakin berat karena sumber air baku di Sungai Krueng Jambo Aye mengalami perubahan debit dan gangguan sedimentasi akibat banjir. “Jika tidak segera ditangani, layanan kepada masyarakat berpotensi terganggu karena sumber air baku tidak lagi andal,” ucap Oscar.
Pendangkalan pada pipa sadap dan kerusakan bangunan pengambilan air (intake) menjadi persoalan rutin setiap kali banjir melanda wilayah Aceh Utara. Hal ini menyebabkan kualitas dan kontinuitas layanan air ke pelanggan sering terhenti. Oleh sebab itu, Kementerian PU mengusulkan pemindahan lokasi pengambilan air ke kawasan Bendungan Jambo Aye yang dikelola Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra I.
Lokasi baru ini berjarak sekitar 13,7 kilometer dari instalasi pengolahan air (IPA) lama. Pemilihan lokasi di hulu bendungan dianggap lebih strategis karena sumber air bakunya lebih stabil dan terlindungi dari risiko fluktuasi debit akibat bencana hidrometeorologi.
Rencana pembangunan ini meliputi konstruksi IPA baja berkapasitas 50 liter per detik, bangunan intake air baku, pipa transmisi air baku dan pipa distribusi utama, reservoir beton berkapasitas 600 meter kubik, rumah pompa, rumah genset, rumah bahan kimia, bangunan kantor, bangunan SDB, serta booster guna menjaga tekanan distribusi.
Dokumen perencanaan pembangunan telah dialokasikan pada Tahun Anggaran 2025. Sementara itu, konstruksi fisik ditargetkan terlaksana pada awal Tahun Anggaran 2026. Terkait pengoperasian, aset ini nantinya tetap akan dikelola oleh Perumda Tirta Mon Pase, BUMD milik Pemerintah Kabupaten Aceh Utara yang saat ini berstatus kinerja sehat.
Meskipun demikian, realisasi proyek ini menuntut kesiapan dokumen dari pemerintah daerah. Oscar menekankan pentingnya pemenuhan kriteria kesiapan (readiness criteria) dan izin lingkungan. “Balai Wilayah Sungai tidak bisa memproses izin pemanfaatan air jika dokumen belum lengkap,” tegasnya.
Melalui pembangunan SPAM IKK Langkahan baru ini, Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk memastikan ketersediaan layanan air minum yang aman, andal, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pemulihan dan penguatan wilayah Aceh pascabencana.
“Infrastruktur air minum yang tangguh diharapkan mampu menjadi penopang utama kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang,” tandas Dody. []







