Pendidikan

USK Buka Bantuan Biaya Hidup untuk Mahasiswa Terdampak Banjir dan Longsor Sumatera

×

USK Buka Bantuan Biaya Hidup untuk Mahasiswa Terdampak Banjir dan Longsor Sumatera

Sebarkan artikel ini

KoranAceh.Net | Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) resmi membuka program bantuan biaya hidup selama tiga bulan bagi mahasiswa yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah Sumatera. Kebijakan ini diumumkan oleh Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, melalui pemberitahuan resmi bernomor 5212/UN11/KM.01.00/2025.

Program bantuan ini merupakan tindak lanjut dari rapat bersama Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI yang digelar pada 9 Desember 2025 melalui Zoom Meeting. Dalam rapat tersebut pemerintah pusat meminta perguruan tinggi mengidentifikasi dan membantu mahasiswa yang terdampak langsung oleh bencana besar di Sumatera.

Syarat Penerima Bantuan

USK menetapkan beberapa ketentuan bagi mahasiswa yang berhak menerima bantuan, antara lain:

  1. Mahasiswa aktif Semester Ganjil 2025/2026 dari jenjang Diploma III (D3), Diploma IV (D4), hingga Strata Satu (S1).
  2. Berasal dari daerah yang terdampak banjir dan tanah longsor Sumatera.

Mahasiswa juga diwajibkan menyiapkan berkas administrasi, yaitu:

  • Surat pernyataan terkena bencana (sesuai format yang disediakan),
  • Kartu Tanda Penduduk.

Seluruh berkas harus digabung dalam satu file PDF dan diunggah melalui tautan resmi: https://bit.ly/Bantuan-Kemdiktisaintek-Banjir-Sumatera-USK.

Batas Waktu Pengajuan Sangat Singkat

USK menegaskan bahwa pengajuan bantuan hanya dibuka hingga 12 Desember 2025 pukul 11.00 WIB. Mahasiswa diimbau segera melengkapi persyaratan mengingat waktu pengumpulan sangat terbatas serta banyaknya mahasiswa yang kemungkinan terdampak bencana.

Komitmen USK untuk Mahasiswa Terdampak

Dalam pengumuman tersebut, Rektor menekankan pentingnya dukungan universitas bagi mahasiswa yang tengah menghadapi situasi darurat. Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan sejumlah wilayah lain dalam dua pekan terakhir telah memutus akses, menghentikan aktivitas perkuliahan, serta menimbulkan kerugian besar bagi ribuan keluarga.

USK berharap bantuan ini dapat meringankan beban mahasiswa sehingga mereka tetap dapat melanjutkan studi tanpa terhambat situasi bencana.[]