Pendidikan

Sekolah di Wilayah Terdampak Bencana Aktif Kembali Pada 5 Januari Mendatang

×

Sekolah di Wilayah Terdampak Bencana Aktif Kembali Pada 5 Januari Mendatang

Sebarkan artikel ini
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh yang juga menjabat Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin. (Foto: Dok. Dinas Pendidikan Aceh).
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh yang juga menjabat Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin. (Foto: Dok. Dinas Pendidikan Aceh).

Sekolah terdampak banjir di Aceh mulai belajar 5 Januari 2026. Pembelajaran disesuaikan dengan kondisi sekolah.

KoranAceh.Net | Aceh Tamiang – Sekolah-sekolah di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor akan kembali menjalankan kegiatan belajar mengajar mulai 5 Januari 2026. Kegiatan pembelajaran ini juga disertai kebijakan penyesuaian bagi satuan pendidikan yang kondisi fisiknya belum pulih sepenuhnya.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan (Plt. Kadisdik) Aceh, Murthalamuddin, saat melakukan peninjauan lapangan ke sejumlah sekolah terdampak di Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (29/12/2025). Menurutnya, pembelajaran diminta tetap berjalan agar siswa tidak terputus dari lingkungan sekolah dalam situasi darurat yang berkepanjangan.

“Mulai tanggal 5 Januari 2026, pembelajaran di Aceh diharapkan kembali berlangsung seperti biasa. Namun, bagi sekolah yang masih terdampak banjir dan dalam tahap pembersihan, pembelajaran bisa disesuaikan dengan kondisi,” kata Murthalamuddin dalam keterangan resminya, Minggu (28/12/2025). “Ajarkan apa yang bisa diajarkan, yang penting anak-anak tetap datang ke sekolah, tidak belajar sendirian di rumah,” tambahnya tegas.

Instruksi tersebut lahir dari kondisi kerusakan fisik sekolah yang masih signifikan. Salah satunya adalah SMA Negeri 4 Karang Baru, Aceh Tamiang. Dalam peninjauan mereka, ketinggian air banjir dilaporkan mencapai sekitar enam meter. Banjir merusak fasilitas utama sekolah, termasuk komputer, meja belajar, dan perlengkapan pembelajaran lainnya, sehingga belum dapat digunakan.

Dalam kunjungan itu, Murtalamuddin tidak hanya melakukan peninjauan. Ia bersama rombongan ikut membersihkan ruang kelas yang masih dipenuhi lumpur. Kegiatan tersebut melibatkan Ketua dan Pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) Aceh yang membantu pembersihan sejumlah sekolah yang hampir sebulan tergenang pascabanjir.

Murtalamuddin menyatakan, dalam situasi pascabencana, proses belajar tidak harus berfokus pada target akademik. Guru diminta menyesuaikan metode dan materi ajar dengan kondisi siswa. “Guru bisa mengisi pembelajaran dengan kegiatan trauma healing, belajar bersama, bercerita, atau aktivitas positif lainnya,” ujarnya.

Menurut dia, pendekatan ini diperlukan untuk mencegah dampak psikologis berkepanjangan pada peserta didik. “Yang terpenting adalah memastikan trauma anak-anak tidak berkelanjutan. Sebagai insan pendidikan, kita wajib berupaya semaksimal mungkin memberikan yang terbaik bagi anak bangsa,” lanjutnya.

Arahan tersebut juga disampaikan secara resmi dalam pertemuan dengan para kepala sekolah dan dewan guru di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Tamiang. Pertemuan ini membahas fleksibilitas pelaksanaan pembelajaran di sekolah terdampak, termasuk penyesuaian materi dan kegiatan belajar selama masa pemulihan. Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdik) Aceh Tamiang, Bachtiar.

Kunjungan kerja Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh ke Kabupaten Aceh Tamiang turut didampingi oleh Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK, Syarwan Joni, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dahlawi, Kepala UPTD Balai Tekkomdik Aceh Syahrol, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Tamiang, serta Tim Humas Dinas Pendidikan Aceh. []