KoranAceh.Net | Banda Aceh — Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, mendesak Pemerintah Pusat untuk segera mengambil langkah cepat dan luar biasa guna mencegah potensi kelaparan massal di Aceh. Seruan keras ini ia sampaikan dalam program CNN Head To Head pada sesi Live Dialogue, Rabu, 10 Desember 2025, pukul 20.35–20.55 WIB, melalui sambungan Zoom.
Dengan mengusung tema “Gagap Mitigasi Bencana di Bumi Sumatra?”, Murthala menegaskan bahwa situasi di sejumlah wilayah Aceh, terutama kawasan tengah yang hingga kini masih terisolasi, berada pada kondisi kritis.
“Tolong selamatkan masyarakat Aceh. Jangan sampai muncul bencana baru, yaitu bencana kelaparan. Banyak warga yang terisolir. Mereka ingin membeli kebutuhan tetapi barangnya tidak ada, atau kalau ada pun harganya sangat mahal,” ujarnya.
“Mereka adalah warga negara Indonesia yang juga membutuhkan perhatian Pemerintah Pusat.”
Murthala menekankan bahwa birokrasi tidak boleh menjadi penghalang dalam upaya penyelamatan warga. Menurutnya, prosedur yang berbelit justru berpotensi memperburuk keadaan ribuan korban yang kini sangat membutuhkan pertolongan.
“Jangan karena alasan birokrasi kita justru membunuh mereka. Bayangkan kondisi para lansia, anak-anak kecil, dan ibu menyusui yang kini sangat membutuhkan bantuan.”
Ia menyebutkan bahwa satu-satunya langkah tercepat untuk menjangkau wilayah-wilayah yang benar-benar terputus aksesnya adalah dengan droping bantuan menggunakan helikopter.
“Kami tidak punya helikopter. Pemerintah Pusat punya seluruh fasilitas itu. Mohon agar segera dikerahkan, apalagi Presiden sudah memerintahkan agar jajaran terkait memaksimalkan bantuan untuk Aceh.”
Murthala menegaskan bahwa di tengah bencana berskala besar ini, keselamatan rakyat harus menjadi prioritas absolut.
“Jika keselamatan rakyat saja belum bisa kita pastikan, percuma kita mengaku sebagai bangsa yang besar.”
Seruan Murthala menambah panjang daftar desakan dari berbagai elemen masyarakat Aceh yang hingga hari ini masih menunggu percepatan bantuan logistik, energi, obat-obatan, serta transportasi udara untuk menjangkau daerah-daerah yang terisolasi.[]

