Korban meninggal banjir Aceh bertambah. Akses darat terputus, logistik dikirim via udara. Tim gabungan terus berupaya tembus isolasi.
koranaceh.net | Banda Aceh – Dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh kian meluas. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu (29/11/2025) memperbarui data korban meninggal dunia menjadi 47 orang, sementara 51 orang masih dinyatakan hilang dan 8 orang mengalami luka-luka.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyatakan terjadi peningkatan jumlah korban dibandingkan data pada Jumat (28/11/2025) sore yang mencatat 35 korban jiwa. Lonjakan angka ini terjadi seiring proses pencarian yang terus dilakukan tim gabungan di lokasi terdampak.
“Aceh per sekarang ada penambahan korban. Yang pertama untuk korban jiwa meninggal dunia ada 47, 51 masih hilang, 8 luka-luka,” ujar Suharyanto dalam keterangan pers daring melalui kanal resmi BNPB, Sabtu (29/11/2025).
Berdasarkan rincian data per wilayah, Aceh Tengah menjadi daerah dengan angka tertinggi yakni 16 orang meninggal dan 2 hilang, diikuti Bener Meriah dengan 12 meninggal dan 13 hilang. Aceh Tenggara mencatat jumlah orang hilang terbanyak mencapai 25 orang, di samping 7 korban meninggal dan 5 luka-luka.
Selanjutnya, Pidie Jaya mencatat 4 meninggal dan 4 hilang, Bireuen 4 meninggal, serta Gayo Lues 2 meninggal dan 4 hilang. Korban meninggal juga ditemukan masing-masing satu orang di Subulussalam dan Lhokseumawe, di mana Lhokseumawe juga mencatat 3 orang hilang. Adapun di Aceh Tamiang tercatat 3 warga mengalami luka-luka.
Suharyanto menegaskan data ini masih dinamis dan berpotensi berubah mengingat operasi pencarian dan pertolongan (SAR) masih berlangsung aktif. Selain korban jiwa, data sementara mencatat 48.887 Kepala Keluarga (KK) mengungsi akibat tempat tinggal mereka terdampak bencana.
Distribusi Logistik via Udara
Penanganan darurat di lapangan menghadapi kendala infrastruktur yang rusak parah. Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansyah, melaporkan bahwa akses darat baru pulih di lima wilayah, yakni Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Besar, Aceh Barat, dan Pidie Jaya. Bantuan logistik di wilayah ini sudah mulai didistribusikan melalui jalur darat.
Sebaliknya, wilayah Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Langsa, dan Aceh Timur masih terisolasi dan belum dapat ditembus kendaraan roda empat. Untuk menjangkau titik ini, BNPB mengerahkan armada udara yang terdiri dari satu pesawat Caravan dan enam helikopter (tiga milik TNI dan tiga milik BNPB). Khusus wilayah Lhokseumawe, distribusi logistik dibantu menggunakan kapal cepat.
Pemerintah juga fokus memulihkan jaringan komunikasi dan listrik yang terputus dengan mengirimkan 28 unit perangkat internet satelit Starlink dan 33 unit genset. Dapur umum di bawah Kementerian Sosial serta suplai BBM dari Pertamina juga telah disiagakan untuk menunjang kebutuhan pengungsi.
“Kita tetap upayakan secara bertahap ditembus,” pungkas Suharyanto. []




