GAMA Aceh minta gubernur instruksikan pengibaran Bendera Bulan Bintang sebagai simbol solidaritas dan pemulihan moral warga pascabencana.
KoranAceh.Net | Banda Aceh – Ketua Gerakan Aktivis Muda (GAMA) Aceh, Rijal Fandika, meminta Gubernur Aceh Muzakir Manaf untuk mengeluarkan instruksi resmi pengibaran Bendera Bulan Bintang di seluruh wilayah Provinsi Aceh. Langkah tersebut dinilai penting sebagai wujud solidaritas serta upaya membangkitkan semangat masyarakat pascabencana banjir yang melanda sejumlah daerah di Aceh.
Rijal mengatakan, bencana banjir yang terjadi di berbagai kabupaten dan kota telah menimbulkan dampak serius terhadap kehidupan warga, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun psikologis. Dalam kondisi itu, masyarakat membutuhkan simbol kebersamaan yang mampu memperkuat rasa persatuan dan kepedulian sosial.
“Di tengah musibah banjir yang melanda Aceh, masyarakat membutuhkan penguatan moral dan solidaritas. Pengibaran Bendera Aceh adalah simbol dari darah, jati diri, serta semangat persatuan rakyat Aceh,” ujar Rijal kepada KoranAceh.Net, Kamis (25/12/2025).
Menurutnya, Bendera Aceh memiliki nilai simbolis yang kuat sebagai pemersatu dan penguat mental masyarakat dalam menghadapi situasi sulit. Karena itu, ia menilai pengibaran Bendera Bulan Bintang menjadi relevan sebagai bentuk empati kolektif dan dukungan moral bagi korban bencana.
Rijal menegaskan, pengibaran Bendera Aceh tidak bertentangan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebaliknya, hal tersebut sejalan dengan kekhususan Aceh yang diatur dalam Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) serta regulasi turunannya yang mengakui simbol-simbol daerah Aceh.
Baca Juga :
Ia juga meminta Pemerintah Aceh segera berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota agar pengibaran Bendera Aceh dapat dilakukan secara serentak, tertib, dan sesuai ketentuan hukum, sehingga tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
“Ini bukan soal kepentingan politik, tetapi soal kepedulian, identitas, dan kebersamaan Aceh dalam menghadapi musibah,” tegas Rijal.
GAMA Aceh berharap langkah tersebut dapat menjadi pemicu semangat gotong royong dan solidaritas sosial, sekaligus memperkuat ketahanan psikologis masyarakat Aceh di tengah upaya pemulihan pascabencana. []







