Presiden Direktur Mubadala Energy Indonesia, Abdulla Bu Ali, menyerahkan 5
ekor sapi untuk meugang Idul Fitri 1446 Hijriah kepada masyarakat Aceh,
sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal.
koranaceh.net – Presiden
Direktur Mubadala Energy Indonesia, Abdulla Bu Ali, menyerahkan 5 ekor sapi
kepada Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, sebagai bantuan untuk perayaan
meugang Idul Fitri 1446 Hijriah.
Penyerahan dilakukan di VIP Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda,
Blang Bintang, pada Selasa, 11 Maret 2025, sebelum Abdulla Bu Ali bersama
Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri,
meninggalkan Aceh.
Baca Juga:
Wagub Aceh Dukung Investasi UEA di Sabang, Bahas Proyek Logistik
Shorebase
“Pak Wakil Gubernur, bersama ini kami serahkan 5 ekor sapi untuk dibagikan
kepada masyarakat Aceh pada meugang Idul Fitri 1446 Hijriah ini. Insya Allah
membawa berkah bagi masyarakat dan bagi kita semua,” ujar Abdulla Bu Ali
kepada Wagub Aceh, seperti dikutip dalam acara penyerahan tersebut.
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyambut baik bantuan ini dan mengucapkan
terima kasih atas kepedulian Mubadala Energy terhadap pelestarian budaya
meugang di Aceh.
“Amin, Alhamdulillah, terima kasih kami sampaikan kepada Mubadala, kepada
Pak Direktur atas kepeduliannya bagi pelestarian budaya meugang di Aceh.
Insya Allah, bantuan 5 ekor sapi ini akan kami sampaikan kepada masyarakat
di hari meugang nanti. Sekali lagi terima kasih, Insya Allah Mubadala selalu
sukses di masa mendatang,” ucap Fadhlullah.
Meugang merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Aceh yang dilakukan
menjelang Ramadan dan Idul Fitri dengan menyembelih hewan kurban, seperti
sapi atau kambing, untuk dibagikan kepada masyarakat. Tradisi ini menjadi
momen penting dalam mempererat silaturahmi dan berbagi kebahagiaan.
Kedatangan Abdulla Bu Ali dan Duta Besar UEA ke Aceh tidak hanya untuk
menyerahkan bantuan, tetapi juga membahas sejumlah peluang investasi di
provinsi yang dijuluki Serambi Mekah ini.
Sebelum bertolak ke Jakarta, rombongan sempat berziarah ke Makam Syekh
Abdurrauf Assingkily, mengunjungi Meuligoe Wali Nanggroe, dan menanam pohon
bersama Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Alhaytar.
Baca Juga:
BPMA dan BPKS Sinergikan Investasi Hulu Migas di WK Andaman, Sabang
Didorong Jadi Shorebase
Malik Mahmud memperkenalkan berbagai jenis tanaman buah di halaman Meuligoe
Wali Nanggroe kepada Dubes UEA dan rombongan. “Ini adalah bagian dari upaya
kami untuk melestarikan kekayaan alam dan budaya Aceh,” ujar Malik
Mahmud.
Sebelum meninggalkan Aceh, rombongan juga melaksanakan Shalat Dzuhur
berjamaah di Masjid Raya Baiturrahman, salah satu ikon kebanggaan masyarakat
Aceh. []







