AcehNewsSosial

Sabang Dibanjiri Wisatawan, Bandara SIM Catat Lonjakan Penumpang Saat Arus Balik Lebaran

×

Sabang Dibanjiri Wisatawan, Bandara SIM Catat Lonjakan Penumpang Saat Arus Balik Lebaran

Sebarkan artikel ini
Pelabuhan Balohan, Kota Sabang, Jum'at (28/3/2025) dipadati warga saat arus mudik menjelang libur Idulfitri 1446 H. (Foto: Ist).

Pelabuhan Balohan, Kota Sabang, Jum’at (28/3/2025) dipadati warga saat
arus mudik menjelang libur Idulfitri 1446 H. (Foto: Ist).


Selama libur Idulfitri 1446 H, sebanyak 12.847 wisatawan padati Sabang lewat
Ulee Lheue, dan 28.467 penumpang berangkat dari Bandara SIM Aceh.

koranaceh.net Libur Idulfitri 1446 H membawa lonjakan signifikan arus penumpang di
Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh dan Bandara Internasional Sultan Iskandar
Muda, Aceh Besar. Mayoritas wisatawan berasal dari luar Aceh.


Tercatat, sebanyak 12.847 wisatawan menyeberang ke Sabang melalui Pelabuhan
Ulee Lheue selama periode 28 Maret hingga 3 April 2025. Sementara itu, arus
balik melalui Bandara SIM mencapai 28.467 penumpang.

Baca Juga :
Operasi Ketupat Seulawah 2025 Catat 24 Kecelakaan dengan 8 Korban Jiwa
Selama Periode 26 – 31 Maret


Kepala Pelabuhan Ulee Lheue, Muhammad Ridwan Siregar, mengungkapkan bahwa
mayoritas wisatawan yang menyeberang ke Sabang berasal dari luar Provinsi
Aceh. “Didominasi dari wisatawan dari luar Aceh. Diperkirakan hari ini juga
masih ramai yang berdatangan,” ujarnya, dikutip dari keterangannya, pada Rabu, 2 April 2025, 
di Banda Aceh.


Menurut Ridwan, puncak kunjungan ke Sabang terjadi sejak H+1 Lebaran dengan
jumlah penumpang 2.811 orang. Angka tersebut meningkat signifikan pada H+2
dengan 2.970 orang menyeberang ke Sabang. Sebelumnya, pada 1 April 2025, jumlah penumpang tercatat 2.333 orang.




Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihak pelabuhan menyiagakan empat unit
kapal cepat (express) dan tiga kapal roro dengan penambahan jadwal
pelayaran lima hingga enam trip per hari. “Jika terjadi lonjakan penumpang,
penambahan trip kapal akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” jelas
Ridwan.


Senada dengan itu, Kepala Koordinator Aceh/Sabang PT Pelayaran Sakti Inti
Makmur, Gusti Imam Munandar, menyebutkan peningkatan tajam jumlah penumpang
kapal cepat selama libur lebaran. “Per hari kurang lebih ada 1.300 penumpang,
melonjak dari normalnya hanya 400 penumpang per hari,” ujarnya.

Baca Juga :
Arus Mudik Lebaran 2025 Lancar, ASDP Apresiasi Seluruh Pihak


Gusti juga menambahkan bahwa sebagian besar penumpang kapal cepat berasal dari
Medan, Sumatera Utara. “Kebanyakan penumpang berasal dari Medan,” ucapnya.
Untuk mengakomodasi permintaan, pihaknya telah menambah jadwal pelayaran
menjadi enam trip per hari hingga 6 April 2025.


Sementara itu, pergerakan penumpang juga melonjak di jalur udara. Menukil keterangan resminya, General
Manager Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda,
Teguh Darmawan Saiman, menyebutkan bahwa arus balik mulai terasa sejak H+1 dan
terus meningkat pada H+2.




“Pergerakan penumpang arus balik mulai terjadi pada H+1 Lebaran dan lanjut ke
H+2 mulai berangsur-angsur naik,” katanya, pada Kamis, 3 April 2025. Ia mencatat pada
H+1, jumlah penumpang yang berangkat mencapai 1.983 orang dengan 17
penerbangan. Sedangkan pada H+2, melonjak menjadi 2.586 penumpang dengan 21
penerbangan.

Selama 13 hari periode Posko Angkutan Lebaran (21 Maret–2 April
2025), jumlah penumpang yang berangkat dari Bandara SIM mencapai 28.467 orang
melalui 241 penerbangan.

Baca Juga :
Gubernur Aceh Lepas Ribuan Pemudik dalam Program Mudik Gratis 2025


Bandara SIM sendiri memiliki fasilitas yang memadai dengan landasan pacu
sepanjang 3.000 meter dan area parkir pesawat yang mampu menampung delapan
unit. Kapasitas terminal mampu melayani hingga 1,5 juta penumpang per tahun
atau sekitar 3.400 penumpang per hari.


“Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada seluruh masyarakat
saat mudik lebaran Idulfitri 1446 Hijriah di Bandara Internasional Sultan
Iskandar Muda Blang Bintang Aceh Besar,” pungkas Teguh.


Libur panjang kali ini bukan hanya menjadi momentum silaturahmi, namun juga
mendorong sektor pariwisata dan transportasi di Aceh. Sabang kembali menjadi
primadona wisatawan domestik, dan infrastruktur transportasi laut serta udara
diuji dengan lonjakan penumpang yang tinggi. [*]