BNPB catat korban meninggal bencana Sumatera naik jadi 1.177 orang per 4 Januari 2026, pencarian belum tuntas dan dampak belum sepenuhnya pulih.
KoranAceh.Net | Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban meninggal akibat rangkaian bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera bertambah menjadi 1.177 orang hingga Minggu (4/1/2026) sore. Angka ini naik 10 orang dibandingkan pendataan sehari sebelumnya.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi (Kapusdatinkom) Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan tambahan korban meninggal dilaporkan dari tiga wilayah. “Kami mendapatkan laporan tambahan meninggal dunia di Aceh Utara sebanyak 3 jiwa, Tapanuli Selatan 5 jiwa, dan Sumatera Barat 2 jiwa. Total 1.177 jiwa,” kata Abdul dalam konferensi pers penanganan pascabencana Sumatera yang dipantau melalui kanal YouTube BNPB.
Secara kumulatif, Abdul merinci korban meninggal paling banyak berada di Aceh, yakni 543 orang. Di Sumatera Utara tercatat 370 korban jiwa, sementara di Sumatera Barat mencapai 264 orang. BNPB menegaskan angka tersebut masih bersifat dinamis seiring proses pencarian yang belum sepenuhnya selesai.
Jumlah korban hilang juga mengalami perubahan. Abdul menyebut korban hilang berkurang menjadi 148 orang, dari sebelumnya 158 orang. “Rincinya, Aceh sebanyak 31 orang hilang, Sumatera Utara 43 orang, dan Sumatera Barat 74 orang,” ujarnya.
Di sisi lain, jumlah pengungsi tercatat menurun cukup signifikan. BNPB mencatat pengungsi berkurang 15.606 orang. Hingga Ahad, jumlah warga yang masih berada di pengungsian mencapai 242.174 jiwa, dan belum seluruhnya dapat kembali ke tempat tinggal masing-masing.
Sebelumnya, BNPB melaporkan total korban meninggal pada Ahad pagi, 4 Januari 2026, berjumlah 1.167 orang. Penambahan 10 korban jiwa tersebut seluruhnya berasal dari Aceh, sehingga provinsi paling barat Indonesia itu tetap menjadi wilayah dengan korban meninggal terbanyak.
Di Aceh, banjir dan tanah longsor dilaporkan menerjang 18 kabupaten dan kota. Selain 543 korban meninggal, sebanyak 31 orang masih dinyatakan hilang dan sekitar 233 ribu warga masih mengungsi. Kondisi ini menunjukkan dampak bencana belum sepenuhnya teratasi.
Sementara itu, di Sumatera Utara jumlah korban meninggal mencapai 365 jiwa. BNPB menyebut angka ini masih berpotensi bertambah karena 60 orang yang tersebar di 18 kabupaten dan kota belum ditemukan. Proses pencarian masih berlangsung dan tidak dihentikan.
Adapun di Sumatera Barat, korban meninggal tercatat 262 orang. Sebanyak 10,8 ribu warga masih berada di pengungsian, dan 74 orang lainnya belum ditemukan hingga saat ini.
Dampak bencana tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga merusak infrastruktur dalam skala besar. BNPB mencatat 178.479 rumah rusak akibat banjir dan longsor. Selain itu, 215 fasilitas kesehatan, 3.188 fasilitas pendidikan, dan 803 rumah ibadah mengalami kerusakan.
Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur transportasi. BNPB mencatat 34 jembatan terputus dan 81 ruas jalan tidak dapat dilalui. Kondisi tersebut memperlambat distribusi bantuan dan proses pemulihan di sejumlah wilayah terdampak, dan hingga kini belum seluruh akses pulih sepenuhnya. []







