Lingkungan

Penghujung Tahun 2025, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Aceh

×

Penghujung Tahun 2025, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Aceh

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi hujan lebat. BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah Aceh hingga malam penghujung tahun. (Foto: Dok. Ist).
Ilustrasi hujan lebat. BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah Aceh hingga malam penghujung tahun. (Foto: Dok. Ist).

BMKG peringatkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang melanda banyak wilayah Aceh hingga malam 31 Desember, warga diminta waspada.

KoranAceh.Net | Banda Aceh – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang masih berpotensi melanda sejumlah wilayah di Aceh hingga malam penghujung tahun, Selasa (31/12/2025). Kondisi cuaca ekstrem tersebut diperkirakan berlangsung hingga pukul 21.20 WIB.

Juru Bicara Posko Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, mengatakan peringatan dini ini merujuk pada hasil pemantauan dan prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh.

“Berdasarkan update BMKG pukul 17.50 WIB, hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi mulai pukul 18.00 WIB dan masih berlanjut hingga malam hari,” kata Murthalamuddin.

BMKG mencatat potensi hujan lebat lebih dulu terjadi di Aceh Selatan (Trumon Timur), Aceh Tenggara (Babul Rahmah), Aceh Timur (Serbajadi, Simpang Jernih), Aceh Besar (Kota Jantho), Aceh Jaya (Krueng Sabee, Jaya, Panga), serta Aceh Tamiang (Tamiang Hulu, Tenggulun).

Cuaca ekstrem tersebut pun diperkirakan meluas ke berbagai wilayah lain, meliputi sebagian besar kecamatan di Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Aceh Barat, Aceh Besar, Pidie, Aceh Singkil, Aceh Barat Daya, Gayo Lues, Aceh Jaya, serta Kota Banda Aceh dan Kota Subulussalam.

Murthalamuddin mengatakan kondisi ini berpotensi memicu banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, khususnya di daerah perbukitan, dan aliran sungai.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik, namun tetap waspada. Hindari aktivitas di kawasan rawan longsor, perhatikan kondisi sungai, dan segera melapor ke aparat setempat jika terjadi keadaan darurat,” ujarnya.

Dia memastikan Posko Penanganan Banjir dan Longsor Aceh terus memantau perkembangan cuaca dan berkoordinasi dengan BMKG serta pemerintah daerah untuk langkah kesiapsiagaan dan respons cepat jika terjadi bencana. []