EkbisNews

Pemerintah Aceh Telusuri Laporan Kenaikan Harga Semen di Sejumlah Daerah

×

Pemerintah Aceh Telusuri Laporan Kenaikan Harga Semen di Sejumlah Daerah

Sebarkan artikel ini
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA. (Foto: Dok. Pemerintah Aceh).
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA. (Foto: Dok. Pemerintah Aceh).

Pemerintah Aceh selidiki lonjakan harga semen di tengah bencana. Produsen klaim tak naikkan harga, distribusi dinilai perlu diawasi ketat.

KoranAceh.Net | Banda Aceh – Pemerintah Aceh menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan kenaikan harga semen di sejumlah kabupaten/kota. Aduan tersebut mencuat dalam dua hari terakhir dan dinilai memberatkan warga, terutama di tengah situasi bencana yang masih berlangsung di beberapa wilayah.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menyampaikan bahwa Gubernur Aceh menerima banyak pengaduan mengenai lonjakan harga semen di tingkat toko. Pemerintah daerah, kata dia, memandang isu ini sebagai persoalan yang berdampak langsung pada pemulihan dan aktivitas masyarakat.

Baca Juga:
Pemerintah Aceh Desak Pusat Permudah Izin Bantuan Internasional

“Pemerintah Aceh menaruh perhatian serius terhadap laporan masyarakat terkait kenaikan harga semen yang dinilai tidak wajar di sejumlah daerah,” kata Muhammad MTA dalam keterangan tertulis yang diterima KoranAceh.Net, Sabtu (20/12/2025).

Menindaklanjuti laporan itu, Gubernur Aceh, lanjutnya, telah memerintahkan satuan kerja terkait untuk berkoordinasi dengan pihak produsen. Fokus komunikasi diarahkan kepada PT Semen Indonesia dan PT Semen Andalas Indonesia guna memastikan sumber dan mekanisme kenaikan harga di lapangan.

Jubir Pemerintah Aceh ini menerangkan, isu ini bermula saat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh menemukan adanya kenaikan harga semen di tingkat toko. Berdasarkan pantauan Disperindag Aceh, harga semen berada dikisaran Rp70.000 hingga Rp80.000 per sak. Sementara, harga normal berada pada rentang Rp62.000–Rp64.000 per sak.

“Bahkan, di beberapa kabupaten/kota, harga semen dilaporkan mencapai Rp90.000 per sak,” tambah Muhammad MTA.

Ia menuturkan, dalam komunikasi lanjutan pemerintah daerah dengan manajemen PT Semen Andalas Indonesia, perusahaan menyatakan tidak menerapkan kebijakan kenaikan harga dari sisi produsen. “Hasil komunikasi Pemerintah Aceh dengan General Manager PT Semen Andalas Indonesia menegaskan bahwa tidak terdapat kebijakan kenaikan harga dari pihak produsen,” terang Muhammad MTA.

General Manager perusahaan, jelas Muhammad MTA, mengatakan bahwa produksi sempat terhenti akibat banjir yang memutus pasokan listrik, sementara pabrik tidak memiliki generator set (genset) sebagai sumber daya cadangan. “Selama pasokan listrik terhenti, aktivitas produksi tidak dapat berjalan,” kata Muhammad MTA mengutip penjelasan manajemen perusahaan.

Baca Juga:
Pasokan BBM Mulai Masuk ke Aceh Tengah

Ia menambahkan, sejak malam sebelumnya, PT Semen Andalas Indonesia telah kembali melakukan proses pengepakan di Pabrik Semen Lhoknga. Distribusi ke toko dilakukan melalui distributor resmi. Hingga saat ini, sekitar 700 ton semen telah mulai disalurkan ke pasar.

Perusahaan juga menyebut kapasitas produksi normal mencapai 5.000 ton per hari. Produksi dan distribusi, kata MTA, kini kembali berjalan secara bertahap seiring pulihnya operasional pabrik.

Pihak Semen Andalas memperkirakan kenaikan harga di tingkat toko dipicu oleh terhentinya produksi sementara selama bencana. Melalui agen dan distributor resmi, perusahaan menyatakan telah melakukan intervensi untuk menahan harga agar tidak terjadi lonjakan, terutama dalam kondisi darurat.

“Pihak Semen Andalas memprediksi kenaikan harga yang terjadi di tingkat toko kemungkinan dipicu oleh terhentinya produksi sementara akibat bencana,” ujar MTA.

Meski demikian, ia melanjutkan, Pemerintah Aceh menilai perlu ada pengawalan ketat di tingkat distribusi dan penjualan. Gubernur Aceh meminta seluruh pihak terkait memastikan jaminan harga semen tetap terjaga dan tidak membuka ruang spekulasi yang merugikan masyarakat.

Baca Juga:
Pemerintah Gelar Rakor Rehab-Rekon Infrastruktur Pascabencana

Pemerintah Aceh juga mendorong PT Semen Indonesia agar lebih proaktif menyikapi persoalan ini. Langkah tersebut dimaksudkan untuk mencegah ketidakpastian harga di lapangan, terutama saat kebutuhan material bangunan meningkat di tengah fase tanggap darurat dan pemulihan pascabencana. “Demi kepentingan masyarakat luas, khususnya di masa darurat bencana,” tegas MTA.

Hingga kini, Pemerintah Aceh menyatakan masih memantau perkembangan harga di tingkat toko dan distribusi. Penelusuran terhadap laporan masyarakat disebut akan terus dilakukan seiring berjalannya pemulihan pasokan semen di daerah. []